Home / Headline / Pencarian Terowongan Zaman Kesultanan Palembang Darussalam, Pihak Balar Malah Temukan Genting dan Bata Kuno

Pencarian Terowongan Zaman Kesultanan Palembang Darussalam, Pihak Balar Malah Temukan Genting dan Bata Kuno

Pihak Balai Arkeologi Palembang, Dinas Kebudayaan kota Palembang dan Pegiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI saat melakukan pengecekan dan peninjauan bagian dalam kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Senin (25/9). Kanan bawah: Genting dan bata kuno yang ditemukan. Foto: Ist

Palembang, BP — Balai Arkeologi (Balar) Palembang yang terdiri dari sejumah arkeolog, Retno Purwati, M Rully Fauzi, Sigit Eko Prasetyo, dan M Titet Rahmawan, melakukan pengecekan dan peninjauan bagian dalam kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini menjadi Kesdam II Sriwijaya, Rumah Sakit dr AK Gani dan pemukiman TNI, Senin (25/9). Pengecekan dilakukan hanya di pemukiman TNI samping BKB.

Hal ini menindaklanjuti laporan dari Dinas Kebudayaan kota Palembang terkait dugaan adanya terowongan dalam BKB tersebut yang digunakan jalan untuk melarikan diri Sultan dan keluarga Kesultanan Palembang Darussalam.

Dalam peninjauan tersebut hadir Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh, didampingi staf, di antaranya H Rijal, SH selaku Kasi Registrasi cagar budaya kota Palembang dan Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani.

Juga hadir Wanda Lesmana, pegiat budaya Dirjen Kebudayaan RI.

Menurut Retno Purwati, saat peninjauan pihaknya tidak menemukan terowongan tersebut.

Malahan dalam peninjauan tersebut pihaknya sempat mendeskripsikan lokasi yang diduga terowongan dengan membawa alat ukur digital.

Genting dan bata kuno

“Masih konon katanya. Belum ada bukti-buktinya. Kalau temuan terowongan, kami enggak ketemu. Yang katanya lokasi terowongan ada di lekukan dinding lawang buratan. Tempat ini sudah ditutup, katanya untuk kandang ayam,” kata Retno, Selasa (26/9).

Apalagi, menurut Retno dalam data naskah kuno tidak menyebutkan adanya terowongan. Begitupun juga arsip dan catatan ekspedisi Belanda.

“Kecuali kalau terowongan itu dibuat pada masa pendudukan Jepang. Kalau benar buatan Jepang, maka bukan terowongan, tapi bunker. Cerita adanya terowongan juga ada di bawah tangga belakang museum SMB II. Lokasinya juga di dekat pintu. Nah, ini juga mungkin bunker yang dibangun Jepang. Sayangnya, yang di museum juga sudah ditutup,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut menurut Retno, pihaknya malah menemukan genting dan batubata kuno.

“Terus terang mimpi kami para peneliti di Balar Sumsel adalah bisa melakukan ekskavasi di dalam benteng. Biar bisa tahu pembagian ruang pada masa kesultanan dan kolonial. Apalagi genting dan bata kuno yang kita temukan itu dari masa kolonial. Bangunan-bangunannya didalamnya juga masih ada tapi sudah rusak,” katanya.

Selain itu menurut Retno, berdasarkan keterangan dari ketua RT 16, 18 dan 19 yang menceritakan soal temuan tangga ke bawah, saat membuat kamar mandi.

“Ini yang mereka duga terowongan. Tapi menurutku bukan terowongan yang mereka bicarakan, tetapi tangga masuk ke kolam keputren, seperti Taman Sari di Jogja. Lokasinya sesuai dengan denah yang ada di buku Alm Djohan Hanafiah dan mendekati gambaran yang ada dalam manuskrip yang tersimpan di Leiden,” kata Retno.

Karena itu menurutnya, penelitian dalam bentuk ekskavasi/ penggalian arkeologi itulah yg paling ingin dilakukan dalam BKB namun belum terealisasi.

Salah satu sisi BKB

“Makanya, saat temanku dapat izin dari Pangab untuk masuk ke areal benteng dan melihat arsip mereka, kami antusias. Sayangnya, kami belum menemukan lokasi yg bisa digali.Tadi, justru di lokasi yang ditinggali warga masih ada beberapa titik yang masih berupa tanah. Di lokasi ini kami bisa melakukan ekskavasi,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh membenarkan, adanya pengecekan bagian dalam kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) bersama pihak Balai Arkeologi Palembang karena diduga ada terowongan zaman Belanda.

“ Namun belum ada terowongan tersebut,” katanya.

Sedangkan Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI mengemukakan hal yang sama menurutnya, terowongan tersebut belum ditemukan.

“Kita juga sempat melihat lawang borotan , pintu terakhir yang dilalui SMB II sekeluarga sebelum menuju kediaman Pangeran Adipati Tua di Muara Sungai Sekanak, selanjutnya di bawa Belanda ke Batavia untuk diasingkan ke Ternate,” katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Gerindra Optimistis Penuhi Kuota Caleg Perempuan

Palembang, BP Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Sumatera Selatan (Sumsel) H Budiarto Marsul mengatakan kuota 30 persen untuk calon ...