Home / Pendidikan / Kepsek Tarik Pungutan di Sekolah Bakal Dipecat

Kepsek Tarik Pungutan di Sekolah Bakal Dipecat Program Sekolah Gratis Tetap Jalan

Kadisdik Sumsel Drs Widodo, MPd

Palembang, BP–Mencermati keluhan masyarakat tentang sumbangan paksa sekolah terhadap wali murid, Dinas Pendidikan Sumsel akan mengambil langkah tegas dengan memecat kepala sekolah yang bersangkutan jika terbukti.

Hal ini menyusul Program Sekolah Gratis (PSG) yang didengungkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel H Alex Noerdin sejak 2008 lalu, sehingga masyarakat menilai sumbangan itu tak harus dilakukan oleh sekolah. Apalagi, muncul isu mengenai bahwa PSG akan dihapuskan.

“Jadi aaya tegaskan PSG tetap berjalan dan saat ini masih ada, kalau ada sekolah yang memaksa atau memungut sumbangan kepada siswa miskin, saya pastikan Kepsek di sekolah itu akan dipecat,” ujar Widodo, Senin (25/9).

Baca:  Tingkatkan Kompetensi Guru, SMKN II Gandeng SES Jerman

Sambung dia bahwa sumbangan di sekolah tidak dilarang dengan syarat harus ada kesepakatan antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dan sumbangan tersebut tidak dibenarkan dibebankan kepada kalangan pra sejahtera.

“Ke depan sumbangan sekolah ini akan terintegrasi dengan aturan Peraturan Gubernur terkait PSG, supaya dalam implementasinya dilapangan sumbangan sekolah ini bisa diminimalisasi penyalahgunaannya,” terangnya.

Menurut Widodo, sekolah-sekolah yang mengambil sumbangan di sekolah tersebut dikarenakan partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas sekolah masih rendah.

Baca:  Tingkatkan Kompetensi Guru, SMKN II Gandeng SES Jerman

“Selain itu, era saat ini justru di sekolah-sekolah negeri didominasi oleh siswa yang berasal dari keluarga yang kemampuan materinya diatas rata-rata, dan dalam hal ini kami menegaskan sekolah negeri tetap memenuhi kuota 20 persen untuk siswa pra sejahtera,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan pungutan sumbangan di sekolah ini akan diawasi dengan lebih baik dan konsisten memberikan keringanan bagi siswa kalangan pra sejahtera. Ditanyai soal pencairan dana PSG, Widodo menyebutkan untuk sekolah swasta tahun 2017 telah dicairkan. “Pembayaran hutang tahun 2016 triwulan III dan IV (2 triwulan) dibayar Maret 2017,” bebernya.

Baca:  Tingkatkan Kompetensi Guru, SMKN II Gandeng SES Jerman

Kemudian, Triwulan I telah dibayar pada Agustus 2017 dengan pola hibah langsung ke satuan pendidikan untuk SMA/SMK Negeri
Tahun 2017 pola anggaran melalui belanja langsung dan telah dibayarkan triwulan 1.

“Sedangkan untuk triwulan 2 karena ada perubahan mekanisme penganggaran semula hibah ke belanja langsung untuk pembayaran ada permintaan dari BAPPEDA dan BPKAD agar merevisi Pergub nomor 17 tahun 2014 tentang PSG terkait mekanisme pencairan anggaran dan penggunaan dana PSG setelah Pergub turun segera dilaksanakan pembayaran,” jelasnya. #sug

x

Jangan Lewatkan

UKB Incar Akreditas A di Tahun 2020

Palembang, BP — Sebagai salah satu kampus swasta terkemuka di Palembang, Universitas Kader Bangsa (UKB) terus melakukan upaya peningkatan kualitas ...