Home / Headline / Kedatangan Haji Kloter 12 di Palembang Terlambat Lima Jam

Kedatangan Haji Kloter 12 di Palembang Terlambat Lima Jam Gagal 'Take Off'

Jemaah Haji Kloter 12 Debarkasi Palembang asal Kabupaten OKI tiba, di Bandara SMB II Palembang, Senin (25/9).

Palembang, BP–Kedatangan Pesawat Saudi Airlines yang membawa sebanyak 449 jemaah haji Kloter 12 Debarkasi Palembang asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Senin (25/9), terlambat selama lima jam.

Kasubbag Inmas Sumatera Selatan H Saefudin mengatakan, Kloter 12 Debarkasi Palembang tiba di Kota Palembang sekitar pukul 06.14 dan itu terlambat dari jadwal yang telah dijadwalkan. Seharusnya, pesawat dijadwalkan tiba pada pukul 01.00 dinihari.
Masih dijelaskan Saefudin saat menerima kedatangan para Jemaah, di Asrama Haji Palembang, kedatangan jemaah Kloter 12 ini mundur selama 5 jam lebih dari jadwal yang telah ditentukan dikarenakan gagal take off.
“Sebelumnya jemaah haji Kloter 12 ini boarding dan masuk pesawat dengan nomor penerbangan  SV 5724, kemudian jemaah diturunkan kembali ke ruang tunggu dikarenakan ada maintenance aircraft (kendala teknis pesawat-red), sambil menunggu pesawat pengganti,” kata dia.
Menurutnya, ada satu jemaah haji yang sebelumnya telah pulang melalui Kloter 10 atas nama Marwiyah Hambali Idris No Porsi 600079635  dan ada lima jemaah haji yang dirujuk ke Poliklinik Debarkasi Palembang yang terdiri dari tiga jemaah pria dan dua wanita.
“Mereka dirujuk ke Poliklinik karena kelelahan, apalagi mereka telah menempuh perjalanan kurang lebih selama sembilan jam,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumsel HM Alfajri Zabidi didampingi Kabag TU H Paidol Barokat beserta para PPIH Debarkasi Palembang  menyambut kedatangan Jemaah Haji Kloter 12, di Asrama haji Palembang.
“Saya ucapkan selamat datang di tanah air, semoga para Jemaah semua menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para Jemaah Haji agar setelah kembalinya dari menunaikan ibadah haji untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia, menerapkan nilai-nilai ibadah yang didapat di Tanah Suci serta meningkatkan semangat bersedekah.
“Tugas para haji bagaimana menjaga hajinya, artinya bagaimana menerapkan  apa yang dilakukan saat di Arab Saudi dan itu dilakukan di sini, misalnya di sana aktif ke masjid dan bagaimana di sini memakmurkan masjid,” tutupnya. #rio
Baca:  Tambahan 10.000 Kuota Haji Batal
x

Jangan Lewatkan

Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Peninggalan Belanda di Kota Palembang

Oleh : Farida Wargadalem (Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)   PENDAHULUAN Palembang adalah salah satu kota ...