Home / Sumsel / PALI / Tim Gabungan Ahli Kaji Keberadaan Candi di PALI

Tim Gabungan Ahli Kaji Keberadaan Candi di PALI

Pemaparan hasil Tim Kajian Delineasi mengenai Candi Bumi Ayu di hadapan Bupati PALI.

PALI, BP–Perhatian dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam mengembangkan Candi Bumi Ayu tampak tidak main-main. Pemerintahan Kabupaten PALI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang 16 orang dari berbagai daerah dan berbagai disiplin ilmu yang tergabung dalam Tim Kajian Deliniasi untuk mengkaji keberadaan dan fisik candi ini.

Kalangan berbagai disiplin ilmu tersebut seperti arkeolog, budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dosen arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog,  Persatuan Kakitangan Akademik Universiti Malaya (PKAUM), serta Paslitar Kenas.

Baca:  'Bayi Ajaib' PALI Kembali Datangkan Zulkarnain Lubis

Kedatangan Tim Kajian Delineasi tersebut untuk melakukan kajian terhadap warisan budaya di Kecamatan Tanah Abang tersebut. Baru setelah itu bisa membuat grand design langkah apa yang akan dilakukan Disbudpar dalam mengembangkan kawasan percandian satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Disbudpar PALI Suprihyatno mengaku bahwa hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Kajian Delineasi tersebut sebagai prasyarat untuk dilaporkan ke Kementerian terkait agar kawasan percandian Bumi Ayu bisa segera dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti halnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Baca:  Gelar Razia Samsat Kabupaten PALI Demi Sadarkan Wajib Pajak

“Ini fondasi awal dalam membangun Candi Bumi Ayu. Ini merupakan team work yang didatangkan dari berbagai displin ilmu untuk mengupas rahasia yang tersimpan rapi dalam kawasan percandian Bumi Ayu,” tukas Suprih.

Ditempat yang sama, Bupati PALI Heri Amalindo berharap dukungan masyarakat sekitar dalam mengembangkan satu-satunya candi yang ada di Sumatera Selatan itu.

Baca:  Pendopo Dicanangkan Sebagai Kampung KB

“Kalau ada warga yang menemukan benda-benda kuno, seperti piring kuno, pecahan artefak harap dikembalikan. Karena, nantinya kita akan membuat museum di mana isinya mengenai seluruh warisan budaya yang ada di Candi Bumi Ayu,” beber Heri.

Heri juga menginginkan kawasan percandian Bumi Ayu bisa menjadi destinasi wisata serta menjadi pusat pembelajaran. Jadi ketika disana banyak pengunjung, yang mendapat untung juga yakni masyarakat sekitar. Untuk itu harus dijaga bersama,” tutupnya. #hab

x

Jangan Lewatkan

Kelompok Tani Pujasuma Ajak Wabup dan Ketua DPRD PALI Panen Jagung Perdana

PALI, BP–Dalam rangka panen perdana Jagung Pipil dan penananan perdana kedelai yang dilakukan oleh kelompok petani dari Pujasuma di Desa ...