Home / Headline / Pengerjaan ‘Rigid’ Distop, Fly Over TAA Terancam Molor

Pengerjaan ‘Rigid’ Distop, Fly Over TAA Terancam Molor

Pengerjaan rigid yang dihentikan oleh pihak Komplek Bandara Mas, Minggu (24/9).

Palembang, BP
Pembangungan fly over atau jembatan layang di Simpang Tanjung Api-api (TAA) Palembang, yang ditargetkan selesai pada Maret 2018, terancam molor. Apalagi untuk pengerjaan rigid (perkerasan jalan yang menggunakan beton) distop alias dihentikan.
Site Manager PT Modern Widya Technical Proyek Fly Over Simpang TAA Haris Maya, didampingi Kepala Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mus Mulyadi, menjelaskan saat ini pihaknya menemukan kendala yang jika tak cepat diselesaikan akan menghambat pembangunan jembatan layang ini. Kendala tersebut adalah terjadi penghentian pengerjaan girdid oleh pihak Komplek Bandara Mas.
“Saat ini ada masalah dengan pihak Komplek Bandara Mas. Di mana pengerjaan rigid dijelaskan telah menyerobot tanah komplek itu sehingga pekerjaan kita distop sekitar dua Minggu. Tentu ini menghambat pembangunan jembatan layang,” ujar Mus, Minggu (24/9).
Dihentikannys pengerjaan di depan lokasi tersebut memaksa pihaknya mengerjakan rigid sepanjang 120 meter sebelum dilapisi aspal. Namun, ketika pengecoran berjalan sepanjang 80 meter, pekerja langsung dihentikan.
“Artinya masih ada sisa lagi sepanjang 40 meter yang belum kita lakukan pengerjaannya,” jelas Mus.
Dengan distopnya ini, sambung Mus, pengerjaan jembatan layang ini menjadi terhambat dan dikhawatirkannya lagi nantinya tak akan mencapai sesuai target pada Maret 2018 mendatang. Terlebih jembatan ini juga untuk mendukung Asian Games 2018.
Melihat permasalahan ini, lanjut dia, pihaknya berencana mendatangkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dijadwalkan pada Selasa (26/9) mendatang. Tujuannya sendiri untuk dilakukan pengukuran ulang kembali di lokasi itu.
Dijelaskannya, jika hasilnya memang terjadi penyerobotan, dari perusahaan yang mengerjakan proyek ini siap mengganti rugi 100 persen. Tetapi, jika hasilnya tak menyerobot kawasan Bandara Mas, pihak Bandara Mas tak berhak menghentikan pengerjaan ini.
“Nanti kita lihat saja dulu apa hasil dari pengukuran ulang oleh BPN. Tetapi jika pihak Bandara Mas tetap tidak terima dengan hasilnya, kita juga siap jika harus menempuh jalur hukum,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, pengerjaan rigid tak hanya dikerjakan di arah AAL, tetapi juga diberbagai titik, diantaranya arah Soekarno Hatta dan Kol H Burlian. Rigid yang dilakukan oleh kontraktor lumayan tebal hingga mencapai 30 cm sehingga pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Belum lagi kendaraan yang melintas, itu salah satu yang menghambat, kalau semua jalan ditutup juga tidak mungkin karena ini untuk kepentingan publik,” pungkasnya. #rio
Baca:  Pengerjaan Flyover Simpang Keramasan dan TAA Dimulai
x

Jangan Lewatkan

Dua Begal Ditembak Saat Bergoyang di Pesta Organ Tunggal

Palembang, BP–Gali (28) dan Feri (29), dua begal sadis dengan puluhan aksi kejahatan keok setelah butiran timah panas Unit Reskrim ...