Home / Headline / Keluarga Pertanyakan Penyelesaian Kasus Kematian Manajer Waskita

Keluarga Pertanyakan Penyelesaian Kasus Kematian Manajer Waskita Minta Polisi Dalami Penyelidikan

Salah satu dari tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan manajer Waskita Karya.

Palembang, BP–Keluarga Minggu Baharuddin (29), Manajer K3 PT Waskita Karya yang terbunuh pada 28 Agustus lalu, masih mempertanyakan penyelesaian kasus tersebut. Pihak keluarga merasa ada keganjilan pada penyebab dan motif pembunuhan.

Pengacara keluarga korban, Muhammad Yusuf, mengatakan, keluarga merasa ada dugaan tewasnya Minggu karena latar belakang pembunuhan berencana dalam kasus tersebut dari keganjilan yang ditemukan.

Keganjilan yang ditemukan antara lain, korban tidak pernah melewati TKP setiap pulang dari tempatnya bekerja. Lalu adanya kejanggalan pengakuan dua tersangka dan barang bukti.

Kondisi luka dengan senjata tajam yang diklaim sebagai alat pembunuhan, serta banyak barang korban yang tidak diambil tersangka apabila motifnya perampokan.

“Mestinya diselidiki lagi, motif sebenarnya apa. Tidak mungkin murni begal. Motor, dompet, laptop korban tidak dibawa kabur, cuma HP,” kata Yusuf, Minggu (24/9).

Menurut dia, korban tewas diperkirakan antara waktu Magrib dan Isya. Dari selembar nota yang ditemukan di dalam tas, korban baru saja berfoto di Studio Raflesia, Jalan Radial atau hanya sekitar lima menit dari lokasi kejadian.

Baca:  Pembunuh Manajer Waskita Ternyata Siswa SMK

“Kalau penyidik berani, CCTV di studio itu bisa dibuka, bisa saja korban bersama seseorang atau ada yang mengikuti. Sejauh ini tidak pernah diputar. Keluarga pernah minta ke studio, tapi tidak diperkenankan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, penyidik bisa juga meminta keterangan dari rekan kerja korban di PT Waskita Karya untuk mengetahui persoalan yang dihadapi korban dalam pekerjaannya.

Jika ditemukan kejanggalan, bisa menjadi temuan baru bagi kepolisian. “Bisa saja ada masalah di kantornya, itu bisa diungkap. Siapa tahu ada sesuatu yang terjadi,” kata dia.

Pihaknya telah melayangkan permintaan penyelidikan lanjutan atas kasus tersebut ke Polresta Palembang pada Jumat (22/9), sebagai informasi dan petunjuk baru.

Sementara itu, kakak korban, Hasbi (32) menilai, kematian korban bukan karena perampokan, tetapi sengaja dibunuh seseorang dengan menyuruh orang lain. Apalagi, beberapa jam sebelum tewas, korban sempat ingin berhenti dari PT Waskita Karya.

Baca:  Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Manajer Waskita Karya

“Kalau dilihat dari kejadiannya, kami menduga pembunuhan itu berencana. Siapa otak pelakunya, kita serahkan ke penyidik,” terangnya.

Dia menambahkan, polisi juga harus mencocokkan luka di tubuh korban dan pisau kater yang menjadi alat bukti. “Ada delapan luka tusuk besar sampai tembus. Tidak mungkin senjata jenis kater bisa seperti itu,” tandasnya.

Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang diberikan keluarga korban tersebut.

Serta bila ada informasi baru dan setelah didalami ternyata informasi tersebut benar, maka pihaknya akan melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut.

“Pada prinsipnya, bisa saja ada tersangka baru dengan didukung alat-alat bukti sesuai perundang-undangan yang ada,” jelas Wahyu saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, korban yang juga mantan dosen Universitas Sriwijaya itu ditemukan tergeletak dengan banyak luka tusuk di depan eks bioskop Cineplex Cinde Palembang pada 28 Agustus lalu.

Baca:  Manager Waskita Tewas Dengan Delapan Luka Tusuk

Di sampingnya masih terdapat sepeda motornya, tas berisi laptop, dompet, dan hanya ponsel yang hilang. Dari penyelidikan, polisi meringkus dua pelaku.

Tersangka pertama yakni berinisial MA (16) yang ditangkap saat magang di salah satu mal di Palembang. Dari pengakuannya, MA nekat membunuh korban secara spontan.

Awalnya, dia ribut dengan pengendara sepeda motor di lokasi pada malam hari. Tak lama kemudian, korban melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Tersangka mengira korban adalah orang yang cekcok dengannya. Dia mengejar dan begitu sudah mendekat, tersangka langsung menusuk korban dengan pisau kater yang dia temukan di sekitar TKP.

Selang beberapa hari, polisi kembali meringkus pelaku lain berinisial FK (14). FK berdalih pada saat kejadian mereka sengaja mencari mangsa untuk dibegal.

Pengakuan FK ini bertolak belakang dengan keterangan tersangka MA yang lebih dulu diringkus. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Copet Masjid Agung Tertangkap Basah Hendak Beraksi

Palembang, BP–Abdul (55) tertangkap basah saat hendak melakukan aksi pencopetan di Masjid Agung SMB II Palembang, Jumat (20/10) sekitar pukul ...