Home / Hukum / Bukan Bentrok Angkot dan Online

Bukan Bentrok Angkot dan Online Polisi Amankan Dua Mobil Terduga Pelaku

Kapolres

Palembang, BPAksi penganiayaan yang dialami Briptu Robertus Roy Romadhona oleh sopir angkot di seputaran Monpera dan sempat membuat heboh warga Palembang dipastikan bukan bentrok antara sopir taksi konvensional dan sopir taksi online.

Hal tersebut ditegaskan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Binton Hari Bawono. Tindak pidana penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polsek IB I pada hari kejadian, Kamis (21/9).

Wahyu menjelaskan, peristiwa berawal saat Briptu Robertus yang merupakan anggota Satuan Sabhara Polres OKU Selatan bersama keluarganya tengah memarkirkan mobil di depan halaman Monpera.

Baca:  Izin Taksi ‘Online’ Keluar, Stiker Mulai Ditempel

Namun saat hendak memundurkan kendaraan, entah karena terkejut atau bersenggolan, mobil korban mengenai angkot pelaku, hingga terjadi penganiayaan tersebut.

“Kejadian itu sempat direkam dan disebar di media sosial seolah bentrok antara sopir taksi online dan angkot, padahal bukan. Itu anggota berpakaian preman yang kebetulan bersama keluarganya jadi korban dan korban yang mengemudikan mobil tersebut,” ujarnya, Jumat (22/9).

Terkait tindak pidana penganiayaan tersebut, Wahyu menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan sejauh ini dua unit mobil angkot milik terduga pelaku telah diamankan. Sedangkan dua pelaku penganiayaan masih buron.

Baca:  Dipicu Video Pemukulan, Ribuan Pengemudi Online Serbu Monpera

Adanya rekaman yang mengatakan seolah-olah kejadian tersebut merupakan bentrok antara sopir angkot dan taksi online membuat para sopir online berkumpul di Monpera dan menyebabkan kemacetan serta ketegangan sosial.

Namun setelah pihaknya melakukan dialog, massa bisa tenang dan membubarkan diri. Ia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan berita melalui media sosial.

“Ini juga sebagai peringatan pada kita, jangan cepat percaya terhadap tayangan di medsos. Jangan merekam sesuatu terus disebar dengan dibumbui berita yang belum tentu kebenarannya sehingga meresahkan masyarakat,” imbuhnya.

Baca:  Sopir Angkot Konvensional Minta DPRD Sumsel Selesaikan Masalah Transportasi Online

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat aksi penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala atas dan luka lecet di tangan kanan akibat pukulan besi dari pelaku sehingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara Palembang.

Setelah mendapat perawatan oleh tim medis, korban meminta untuk dilakukan rawat jalan.#idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjual Anak Dituntut 3 Tahun Penjara

Palembang, BP–Fatima alias Yanti (47), terdakwa penjualan anak dituntut tiga tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (23/5). ...