Home / Headline / Tukang Jahit Tarmizi Diduga Ditembak Polisi

Tukang Jahit Tarmizi Diduga Ditembak Polisi

Jenazah Tarmizi saat diotopsi

Palembang, BP–Penyelidikan pelaku penembakan yang menewaskan seorang karyawan konveksi garmen bernama Tarmizi (38) diambil alih Propam Polresta dan Polda Sumsel.

Pasalnya hasil penyelidikan sementara petugas, terduga pelaku pembunuhan tersebut merupakan oknum anggota kepolisian.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penyelidikan memang melibatkan Propam dan Kapolda secara tersirat mengakui bahwa pelaku penembakan itu adalah oknum anggota polisi.

Zulkarnain berjanji akan menangkap pelaku penembakan dan akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Tentunya setelah menyelidiki kronologis dan penembakan terhadap korban.

Artinya pelaku nanti bisa saja dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Baca:  Karyawan Pabrik Tewas Disambar Mesin Boiler Macet

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain mengungkapkan, jika motif penembakan terhadap korban kemungkinan karena kesal ataupun sakit hati dengan persoalan pribadi antar keduanya.

Dengan demikian bisa jadi pelaku melakukan penembakan karena tidak sengaja. Sebab dari kronologis kejadian, pelaku menggunakan mobil pribadi sempat membawa korban ke RSMH Palembang.

“Saya minta maaf kalau itu memang oknum (polisi-red). Tapi kami janji akan diproses sebagaimana tindak pidana semestinya. Jika hukumannya lebih dari 4 tahun, maka dapat diajukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegasnya.

Dalam penyelidikan kasus ini pihaknya juga sudah memeriksa lima orang saksi. Zulkarnain memastikan terduga pelaku tidak memiliki senjata api dinas. Namun dirinya belum bisa memastikan pelaku menggunakan senpi siapa dan jenis apa.

Baca:  Tewas Tertimpa Kubah Masjid

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku merupakan oknum anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital (Direktorat Pam Obvit) Polda Sumsel berinisial MB alias MS, dengan pangkat Aiptu.

Korban dikabarkan tertembak di Lorong Nangka, Jalan Angkatan 66, Palembang tepatnya di depan ruko Bandung Jaya Konveksi karena terlibat persoalan gadai motor.

Dimana pelaku menggadaikan motor dengan korban, tapi oleh korban digadaikan kembali ke orang lain. Diduga tidak terima dengan kelakuan korban, pelaku dikabarkan sempat disambangi oleh tiga orang, dua lelaki dan satu perempuan, di tempatnya bekerja di Jalan Angkatan 66, Minggu (17/9) malam.

Di lokasi tersebut, korban diancam dengan menggunakan senjata api hingga akhirnya tertembak di bagian kening. Hal tersebut senada dengan laporan kerabat korban yang diterima SPKT Polresta Palembang, pada 18 September 2017 yang tercatat dalam nomor LPB/2368/IX/2017/SPKT.

Baca:  20 Kali Peras Sopir dan Pengendara Motor, Asrul Ditembak

Pelapor Rendi Ruhyana (44), kerabat korban Tarmizi melaporkan MB alias MS, seorang oknum polisi. Dari kronologis yang diceritakan pelapor, pada 17 September malam di Jalan Angkatan 66 di dalam mobil Daihatsu Xenia BG 1673 MF warna hitam yang saat itu parkir di lokasi kejadian dan diduga dilakukan oleh terlapor.

Awalnya pelaku menanyakan keberadaan sepeda motor Honda CBR miliknya yang telah digadaikan oleh korban tanpa sepengetahuan pelaku.

Akan tetapi korban tak bisa menghadirkan sepeda motor tersebut. Sehingga pelaku marah dan menembak korban menggunakan senjata api laras pendek dan mengenai bagian kening hingga tembus bagian kepala belakang. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Copet Masjid Agung Tertangkap Basah Hendak Beraksi

Palembang, BP–Abdul (55) tertangkap basah saat hendak melakukan aksi pencopetan di Masjid Agung SMB II Palembang, Jumat (20/10) sekitar pukul ...