Home / Palembang / TNI AU Turunkan Paksa Pesawat Asing Lewati Batas Wilayah

TNI AU Turunkan Paksa Pesawat Asing Lewati Batas Wilayah Di Lanud SMH Palembang

 
Palembang, BP–Sebuah pesawat warna putih diturunkan paksa dan digiring ke Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Setelah mendarat, pesawat asing tersebut dikawal ketat oleh prajurit TNI AU. Ada yang bersiaga menggunakan senjata api dan mobil pemadam kebakaran (damkar) siap di tempat lain.
Kemudian dua orang pilot dan kopilot pesawat asing turun dari pesawat langsung diamankan petugas.
Keduanya diperiksa dan digeledah badan. Begitu pula isi pesawat tak luput dari pemeriksaan petugas.
Proses penurunan pesawat asing ini diungkapkan Wasit dan Pengendali (Wasdal) dari Komando Latihan Letkol PNB Jajang Setiawan didampingi perwira Wasit dan Pengendalian dari Koarhudnas Letkol PNB Toto Ginanto. Ini adalah rangkaian Latihan Tutuka sebagai puncak dari Latihan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) di Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang.
“Sebelumnya kita lakukan latihan itu secara bertingkat dan bertahap dan berlanjut, mulai latihan perorangan kita melatih CGI di satu angkatan masing-masing , kita melatih unsur-unsur satuan radar di bawah koordinasi penyelenggaraan dari Komando Sektor (Kosek) Kohanudnas dimana kota punya kosek empat, setelah itu kita lakukan latihan perkasa dimana kita sebagai penyelenggara di Kohanudnas melaksanakan, menguji sistim dan mekanisme pelaksanaan operasi Hanud di tiap-tiap kosek,” katanya.
      
Selain itu pihaknya juga menuju latihan sekarang yaitu latihan Tutuka dimana latihan Tutuka adalah latihan puncak  Kohanudnas dengan menggunakan minimal satu komando sektor.
“Skenarionya itu ada dua menggunakan dua kosek , ada pengalihan sasaran dari kosek satu ke kosek  tiga menggunakan unsur F16 yang kita defloy di Jakarta dan satu lagi kita defloy di Pekan Baru dan satu lagi ada unsur pesawat pengangkut yang kita simulasikan sebagai pesawat pengintai atau mata-mata yang kita disposi  di Lanud Palembang ini sehingga dengan skenario yang kita susun  tiga  pesawat ini, dua pesawat tempur dan satu pesawat angkut kita kolaborasikan menjadi suatu ancaman, ada ancaman dari Negara tetangga masuk wilayah NKRI dan kita melaksanakan tindakan sesuai mekanisme dan prosedur dari operasi Hanud,” katanya.
       
Untuk Standar Operasional (SOP) melibatkan semua unsur  tempur yang di BKOkan , unsur radar, unsur pangkalan-pangkalan yang kita antisipasi adanya pelanggaran wilayah dam kita melaksanakan beberapa tindakan force down dibeberapa Lanud termasuk Lanud Pekan Baru,  Lanud RSN dan Lanud  Sri Mulyono Herlambang di Palembang. 
Kemudian ada unsur KRI yang disposisikan di Kepulauan Singkap Laut untuk melaksanakan  Gap Filler  jika ada serangan datang dari luar bisa memberikan informasi dari alutsista radar yang dimiliki KRI dan melakukan penindakan jika mengancam unsur KRI tersebut.
       
“Berikutnya kita juga melakukan unsur Arhanud 003 di Cikupa untuk berlatih bagaimana mereka melakukan fungsi protap penghancuran apabila ada sasaran masuk wilayah NKRI melaksanakan penghancuran kepada objek vital nasional dalam hal ini Batan di Puspitek Serpong sehingga Batan melaksanakan Protap sinergi dengan apa yang dilaksanakan  yang merupakan protap Batan melaksanakan pelanggulangan bahaya serangan udara, di sana dilaksanakan bagaimana memitigasi akibat serangan udara  dan miligasi korban akibat penyerangan udara tersebut berkolaborasi dengan tugas koter, Kodim dan Polsek,” katanya.
Perwira Wasit dan Pengendalian dari Koarhudnas Letkol PNB Toto Ginanto menambahkan dalam kegiatan kali ini pihaknya melibatkan berbagai sumber dari baik dari kosek satu  yang ada di Jakarta, personil kosek tiga yang ada di Medan , satuan radar-radar yang ada di wilayah masing-masing kosek , satu yang ada di Tanjung Kait , Dumai, Tanjung Pinang dan disini pihakya melibatkan unsur pangkalan.
“Palembang ini dalam skenario adalah suatu defiler dimana kosek tiga ada di Medan, dan kosek  satu ada di Jakarta, dengan adanya skenario tersebut  dianggap ancaman datang dari utara , penindak sendiri dari Halim sehingga kita butuh defiler yang ada  di Palembang untuk mendukung kegiatan ini agar dapat berlangsung secara lancar,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Staf (Kas) Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, membuka secara resmi latihan Pertahanan Udara (Hanud) Tutuka 2017 yang mewakili Panglima Kohanudnas Marsda TNI Yuyu Sutisna SE MM.
Pembukaan latihan ini dilakukan melalui video conference (vicon) dari Ruang Yudha, Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional), disaksikan langsung oleh Danlanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Marsma TNI Age Wiraksono beserta jajarannya di Skadron Udara 16, Senin (18/9) kemarin.
Oleh karena itu, pada Latihan Tutuka ini berbagai unsur Hanudnas baik sipil dan militer dilibatkan termasuk Hanud pasif dan obvitnas, agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.
Sementara itu, Danlanud Roesmin Rsn Pekanbaru, Age Wiraksono
menekankan kepada seluruh unsur Lanud Rsn Pekanbaru yang terlibat dalam latihan untuk dapat mengerti serta memahami hal apa yang harus dilaksanakan pada saat latihan berlangsung.
“Latihan ini harus tepat sasaran dan bisa dicapai secara optimal. Yang terpenting mengutamakan safety dan keamanan, agar latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga selesai.#osk
Baca:  Asian Games 2018, Pengamanan Bandara Harus Optimal
x

Jangan Lewatkan

Kawasan Kumuh Sisa 1400 Hektar

  Palembang, BP — Kawasan kumuh di Kota Palembang memang mengalami penurunan dari 2400 hektar, saat ini audah tersisa 1400 hektar. ...