Home / Pendidikan / Jangan Jadi Dosen Jika Tak Kompeten Penelitian

Jangan Jadi Dosen Jika Tak Kompeten Penelitian


SIMPOSIUM: Simposium II Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (19/9). (Foto: BP/SUGIARTO)

Palembang, BP– Pestanya dunia pendidikan menuntut Kemenristek Dikti RI menghimbau agar dosen jangan hanya pandai tapi juga memiliki penelitian sebagaimana amanat Tri Darma Perguruan Tinggi.
Apalagi, penelitian saat ini menjadi tolak ukur dan keharusan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dan peringkat perguruan tinggi (PT). Salah satu barometernya diukur dari publikasi ilmiah tersebut terus ditingkatkan dengan berbagai rencana dan pelaksanaan program.
Demikian disampaikan Staf Ahli Kemenristekdikti Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto usai menjadi pembicara pada  acara Simposium II Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia / University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) dilaksanakan atas dukungan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (19/9).
“Diminta tidak diminta itu harus karena soerang profesional itu adalah panggilan. Inilah peran akademis yang kita inginkan dalam pembangunan infrastruktur. Jadi etitute, pengetahuan, dan keterampilan, karena infrastruktur dikelola dengan masnusia,” terang Heri.
Perguruan tinggi di Indonesia, selama ini telah berperan dan akan terus berperan besar dalam menyediakan SDM lulusan yang handal di bidang infrastruktur, menyediakan riset yang relevan dalam perumusan kebijakan infrastruktur serta memberi rekomendasi pada badan usaha untuk meningkatkan daya saingnya.
Untuk kedepannya, ia berharap, para akademisi bisa memberikan nilai ekonomi dari hasil risetnya dan harus memberikan dampak kepada masyarakat.
“Ada tiga harapan untuk ini, pertama kita bisa mendapatkan akademi excelon dan ada juga solusi untuk lebih baik, yang kedua nanti kita bisa lihat apakah bisa memberi nilai ekonomi dari hasil risetnya. Dan yang terakhir harus memberikan dampak kepada masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Rektor Unsri, Anis Saggaff menuturkan, kerjasama ini sifatnya internal tingkat nasional, pihaknya melakukan ini karena kedepan perguruan tinggi (PT) akan dilihat orang bukan hanya edukasinya saja melainkan riset dan penelitian juga.
“Setiap PT wajib melakukan riset karena selama ini kita hanya mengejar pendidikan saja. Saat ini kita sudah menerapkan sistem seperti itu,” pungkasnya. #sug
Baca:  UKM Pers Unsri Hadirkan Menteri Lingkungan Hidup
x

Jangan Lewatkan

UKB Incar Akreditas A di Tahun 2020

Palembang, BP — Sebagai salah satu kampus swasta terkemuka di Palembang, Universitas Kader Bangsa (UKB) terus melakukan upaya peningkatan kualitas ...