Home / Sumsel / Surat Uji Tower Crane Hotel Ibis Diduga Ilegal

Surat Uji Tower Crane Hotel Ibis Diduga Ilegal

Palembang, BP

BP/Ist
Hotel Ibis, Inzet Surat sanggahan Disnaker Provinsi Sumsel

Permasalahan pembangunan Hotel Ibis yang terletak di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir semakin hari semakin bertambah, kali ini dugaan jika tower crane pembangunan Hotel Ibis beroperasi tanpa memiliki ijin dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel. Sebab makin kuat.
Hal ini terbukti dari surat Keterangan Sementara Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat-Angkut ternyata tidak teregister pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel.
Kuasa Hukum PT Sebangun Bumi Andalas, IIr Sugiarto mengatakan, Fakta itu dibuktikan dengan Surat Tertanggal 7 September 2017 dengan Nomor :560/3208/Nakertrans/2017 tertuju kepada Kuasa Hukum PT SBA serta ditandatangani Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Hj. Dewi Indriati, SH. M. Hum.
Ada 2 poin yang disampaikan surat tersebut, yakni, Bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel sampai saat ini tidak pernah menerbitkan Surat Keterangan Sementara Pemeriksaan dan Pengujian Angkat dan Angkut, (Tower Crane) Nomor :-/K3-PAA/Nakertrans/2017 yang berhubungan operasional Tower Crane dalam rangka Pembangunan Hotel Ibis di Jalan Letkol Iskandar Rt. 28 Rw 006 Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang.
Kemudian, Sehubungan dengan hal tersebut diatas , maka Surat Keterangan Sementara Pemeriksaan dan Pengujian Angkat-Angkut, (Tower Crane) Nomor :-/K3-PAA/Nakertrans/2017 tidak berlaku dikarenakan tidak teregistrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel.
“Dengan surat itu, kita mempertanyakan tower crane itu beroperasi atas ijin siapa dan kami juga menduga surat keterangan itu illegal kita minta pihak terkait mencabut tower crane serta oknum yang mengeluarkan surat tersebut ditindak dan kami akan melaporkannya”, kata Iir , Minggu, (17/9).
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Hj. Dewi Indriati, SH. M. Hum saat diminta komentarnya soalnya ijin Tower Crane Pembangunan Hotel Ibis juga mengatakan Dinas Nakertrans Provinsi Sumsel tidak pernah mengeluarkan ijin tower crane tersebut karena saat ini sedang bermasalah dengan lingkungan.
Seperti diketahui, Sahadi, SE, MAB menurut Surat Keterangan Sementara Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat dan Angkut menjabat sebagai Pengawas Ketenagakerjaan tertanggal 27 Februari 2017 menanandatangi surat uji kelayakan tower crane pembangunan Hotel Ibis dengan Nomor :-/K3-PAA/Nakertrans/2017.

BP/Ist
Hotel Ibis, Inzet Surat sanggahan Disnaker Provinsi Sumsel

Dalam surat tersebut tertulis, jenis pesawat angkat dan angkut :Tower Crane, Nama perusahaan/ pemilik :PT Mitralanggeng Pratama, Alamat/ Lokasi Pembangunan :Proyek Hotel Ibis Palembang. Surat itu juga menjelaskan klafikasi data tekhnis objek pengujian tower craen serta dinyatakan Memenuhi Persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Belakang surat ini yang disanggah Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Hj. Dewi Indriati, SH. M. Hum yang ternyata tidak memiliki nomor surat.
Sahadi juga diketahui, pada Selasa (29/8), sekitar pukul 17.00 pernah turun ke lokasi Pembangunan Hotel Ibis dan menarik Surat Izin Operator (SIO) Tower Crane pembagunan Hotel Ibis Milik Thamrin Group atas nama Galang Budiarto, dengan nomor Lisensi K3 Operator Nomor :13.18307/OTC/PNK3-MUBT/XI/2013 tertanggal 13 November 2013. Terpisah, Renaldy pengawas lapangan Thamrin Group mengaku belum tahu kalau ada pemeriksaan dari pihak Disnaker.
“Setahu saya semua sudah ada izin dan sudah dilakukan uji coba termasuk tower crane,” katanya. #Osk/pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cegah Terorisme Di Sumsel

Palembang, BP Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto mengaku, pihaknya selalu melakukan koordinasi untuk mencegah aksi terorisme di Sumatera ...