Home / Headline / Ponpes Aulia Cendekia Latih Ustadz dan Ustadzah Menulis Untuk Media

Ponpes Aulia Cendekia Latih Ustadz dan Ustadzah Menulis Untuk Media

BP/IST
Muhamad Nasir, staf pengajar Universitas PGRI Palembang yang juga wartawan Harian Sinar Harapan, menyampaikan materi pelatihan menulis bagi para ustaz dan ustazah di Pondok Pesantren Aulia Cendekia,Talang Jambe, Palembang.

Palembang, BP–Pondok Pesantren Aulia Cendekia menyelenggarakan pelatihan menulis bagi para ustadz dan ustadzah yang menjadi pendidik di ponpes yang terletak di kawasan Talang Jambe, Palembang. Pelatihan menulis yang diselenggarakan pada akhir pekan tersebut, Minggu (17/9), diikuti 30 orang ustadz dan ustadzah.
“Pelatihan menulis bagi ustadz dan ustadzah Ponpes Aulia Cendekia bertujuan untuk memberikan kemampuan menulis bagi para pendidik. Kami ingin para pendidiknya bukan hanya mampu menyampaikan ilmunya secara lisan,” kata Hendra Zainudin pimpinan Ponpes Aulia Cendekia, Minggu.
Hendra Zainudin menjelaskan, pelatihan akan berlangsung dengan dua kali pertemuan. Pertemuan kedua pada Minggu kemarin. “Usai mengikuti pelatihan menulis pada tahap awal kami harapkan para ustadz dan ustadzah bisa menyampaikan dakwah melalui tulisan. Mereka sudah mampu menyampaikan dakwah secara lisan, ke depan mereka juga memiliki kemampuan dakwah secara tulisan atau dakwah bil qalam,” ujarnya.
Pada pelatihan dengan tema ‘Penulisan Cepat dan Benar’ menghadirkan narasumber dua orang wartawan senior, Maspril Aries dari Harian Republika dan Muhamad Nasir, staf pengajar Universitas PGRI Palembang yang juga wartawan Harian Sinar Harapan.
Materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut di antaranya ‘Dakwah Melalui Tulisan, Proses Kreatif & Kiat Menulis, Menulis di Media Massa, Praktek Menulis & Bahasa Indonesia dalam Artikel/Opini’, ‘Mengenal Citizen Journalism/ Jurnalisme Warga’, ‘Kebijaksanaan Redaksional Media Massa’, ‘Menulis dan Rambu-Rambu Hukum serta Praktek Menulis’.
Menurut Maspril Aries dalam materi pelatihan ‘Dakwah Melalui Tulisan’, dakwah selama ini lebih identik dengan ceramah, khotbah dan tablig. Ceramah, khotbah dan tablig disampaikan dengan bahasa lisan. Atau disebut dakwah bil lisan. Namun ada satu metode dakwah yang kurang akrab dan dikenal luas di tengah masyarakat yakni dakwah bil kitabah atau secara tulisan.
“Dakwah bil kitabah memang kalah populer dibandingkan dakwah bil lisan. Dakwah bil kitabah atau dakwah melalui tulisan juga sering diidentikan dengan dakwah bil qalam atau dakwah menggunakan pena. Kata “Qalam” merujuk kepada firman Allah SWT Alquran Surat Al-Qalam ayat pertama yang artinya Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya,” ujar Maspri Aries.
Sementara itu menurut Muhamad Nasir pelatihan dilaksanakan dengan model teori dan praktek.
“Usai materi pada pertemuan pertama, peserta langsung mendapat tugas menulis opini atau artikel. Kemudian pada pertemuan kedua, peserta langsung menulis di dalam kelas dan langsung dilakukan evaluasi. Dari model pelatihan seperti ini kami harapkan ada lahir lima sampai 10 penulis yang serius menekuni dunia kepenulisan,” ujar dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan strata doktor di Universitas Negeri Jakarta.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Publik di Muba Kekinian dan Tidak Bikin Sulit

Sekayu, BP–Meski berada di level Kabupaten namun pelayanan dan kecanggihan berbasis digital di Bumi Serasan Sekate tidak bisa disepelehkan, guna ...