Home / Sumsel / Musirawas / Mau Raskin Harus Lunas PBB

Mau Raskin Harus Lunas PBB

ilustrasi

Muarabeliti, BP–Masyarakat miskin diwilayah Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musirawas (Mura) yang ingin mendapatkan beras miskin (raskin) harus melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kebijakan itu langsung menuai protes dari masyarakat. Kuat dugaan dengan kebijakan itu pembagian raskin tidak tepat sasaran.
Menurut seorang warga inisial BM (35), ada dugaan pembagian raskin tidak tepat sasaran. Dan terkesan ada unsur pemaksaan dari pembagian raskin tersebut.
Karena untuk mendapatkan raskin tersebut masyarakat diharuskan melunasi PBB.
“Bagi masyarakat yang tidak membayar PBB, tidak mendapat pembagian PBB,” ungkapnya.
Untuk itu dia berharap kepada pemerintah agar dapat menegur pihak prangkat Desa dan Kepala Desa (Kades).
“Kami mensuga pembagian raskin tidak tepat sasaran,” paparnya.
Senada diungkapkan YK (41) bahwa jumlah kepala keluarga (KK) di Dusun II 118 KK, “Sedangkan beras yang masuk ke dusun kami 133 sak.”
“Namun yang dibagikan itu sebanyak satu sak per KK dengan harga Rp.38.000 per sak,” ucapnya.
Menurutnya, beras raskin itu masih sisa 15 sak lagi. Nah yang menjadi pertanyaan dikemanakan sisanya.
Padahal ada beberapa KK yang tidak mengambil pembagian raskin. Pasahal  masih ada warga miskin yang sangat mengharapkan raskin tetapi tidak dibagikan. Beberapa warga tersebut meliputi Nit, Yusup, Dedi, Yamun, dan Ali Nur.
“Karena tidak membayar pajak (PBB) tidak mendapatkan penyaluran raskin, kami menduga sisa beras raskin itu dibagikan dengan perangkat desa itu sendiri,” jelasnya.
Sementara itu Camat Selangit Cristian Argani menjelaskan, pembagian raskin khusunya di Kecamatan Selangit disalurkan secara merata dan tertata dengan baik supaya benar-benar sampai ke masyarakat miskin.
“Saya sangat berterima kasih atas info tersebut, hal ini akan saya tindaklanjuti dengan Kades maupun Kadus, dengan mengharapkan ke depan agar pembangian beras raskin secara merata.”
“Harga raskin sampai ke lokasi (Kades atau Lurah) senilai Rp1600 per kilogramnya, “pungkasnya.#wan
Baca:  Bulog Baru Salurkan 6.750 Ton Raskin di Sumsel
x

Jangan Lewatkan

13 Kades Kabur Tak Ikut Tes Urine

Muarabeliti, BP Sedikitnya ada 21 dari 72  kepala desa (kades) yang  memilih tidak mengikuti tes urine yang dilakukan Badan Narkotika ...