Home / Headline / DED Kawasan Industri KEK TAA Ditargetkan Rampung Oktober

DED Kawasan Industri KEK TAA Ditargetkan Rampung Oktober

 

ilustrasi

Palembang, BP–Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan menargetkan detail enginering design (DED) Kawasan Industri yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api (TAA) ditargetkan rampung pada Oktober 2017.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Ernila Rizar mengatakan, pihaknya akan membuat DED Kawasan Industri di KEK TAA. Pembuatan DED tersebut difasilitasi oleh Kementerian Industri dengan dibantu tim akademisi dari berbagai universitas.
“Untuk pembuatan DED Kawasan Industri di KEK TAA ini kita targetkan akan rampung (selesai-red) pada Oktober mendatang,” ujar Ernila, Minggu (17/9).
Menurut Ernila, jika DED Kawasan Industri di KEK TAA selesai maka bisa dijadikan modal untuk menarik minat para investor. Sedangkan Feasibilty Studi (FD) sudah ada dan sejak lama dibuat kemudian dilanjutkan dengan master plan.
Dijelaskannya, DED Kawasan Industri di KEK TAA ini akan dibuat diatas lahan milik PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) seluas 66 hektar. Lahan yang merupakan aset PT SMS tersebut akan dibuat gapura, perkantoran dan kawasan pergudangan. Hal tersebut merupakan pengembangan tahap pertama dan target selesai Juni 2018.
“Sedangkan tahap kedua akan dilakukan pengembangan lagi, namun setelah dilakukan pembebasan lahan. Ada 150 hektar lahan yang perlu dibebaskan. Kalau untuk detailnya belum, tapi rencana tahun depan. Tapi informasi detailnya tanya ke PT SMS,” jelas dia.
Sementara itu, Direktur PT SMS I Gusti Bagus Surya Negara mengatakan, hasil sidang dewan nasional KEK yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian diputuskan pengembangan KEK TAA menjadi pusat perekonomian baru akan diperpanjang satu tahun sampai dengan akhir Juni 2018.
“Artinya Pemprov Sumsel bersama PT SMS hanya punya waktu delapan bulan untuk mengembangkan KEK TAA menjadi pusat perekonomian baru,” ungkap Surya.
Jika hingga Juni belum juga menunjukan progres, sambungnya, maka KEK TAA akan dihapuskan dan hanya menjadi Kawasan Industri. KEK TAA operasional tahap awal satu. Dengan persyaratan minimal seperti sudah ada kantor administrator dan Kantor PT SMS selaku badan usaha pengelola KEK TAA.
“Ini sudah ada, tapi sifatnya semi permanen dimana bangunanya dari kayu. Di samping, harus ada fasilitas dasar seperti air, listrik dan pengelolahan limbah seperti persampahan,” kata Surya.
Ia juga menambahkan, yang operasional dengan syarat minimal disini adalah sudah siap sarana dan prasarana. Jadi bukan berarti ada pabrik.
“Jadi, PT SMS dan badan administrator ini yang akan melayani para investor,” pungkasnya. #rio
Baca:  KEK TAA Buka Peluang Penggunaan SDA
x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Minta Berliana Promosikan Asian Games

Palembang, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menerima audiensi finalis pemilihan Putri Indonesia 2018 perwakilan Sumsel Berliana Permatasari yang akan ...