Home / Headline / Angkutan Batubara Melintas di Jalan Umum, Tak Bisa Ditolerir Lagi

Angkutan Batubara Melintas di Jalan Umum, Tak Bisa Ditolerir Lagi Perlu Tindakan Tegas dan Tak Main-main

Muaraenim, BP–Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim Aries HB menyatakan peraturan daerah (perda) tentang larangan truk batubara melintas di segala jalan milik pemerintah selama 24 jam perlu direalisasikan.
Aries menyebut agar polemik truk batubara di wilayah Kabupaten Muaraenim selesai, seluruh angkutan truk batubara selama 24 jam dilarang melintasi di jalan beraspal yang dibangun pemerintah. Baik jalan yang dibiayai APBN, maupun APBD provinsi, kabupaten/kota.
“Masalah truk batubara melintas jalan umum di Muaraenim ini sudah kronis, dampaknya sudah ke mana-mana, karena itu hal ini tak bisa lagi ditolerir, perlu aturan tegas dan tak main-main,” kata Aries.
Aries mengatakan, perda truk batubara hanya boleh melintas di jam-jam tertentu sulit diimplementasikan secara maksimal. Sebab, truk-truk batubara masih banyak yang nekat melintas melanggar batas waktu ditentukan. Sementara, penindakan dan pengawasan melalui tim terpadu batubara juga dinilainya belum berjalan efektif.
“Tim terpadu juga kesannya tidak ada, masih banyak truk-truk berani melintas siang hari, mereka seperti bebas saja melenggang lewat tanpa ada tindakan,” jelasnya.
Karena itu, dengan adanya aturan keras larangan 24 jam truk melintas, dia meyakini masalah di jalan umum bisa teratasi. “Sudah banyak korban jiwa, jalan-jalan rusak, terminal rusak, pencemaran udara, jadi mau sampai kapan masyarakat kita dihantui dampak truk batubara,” ujarnya.
Dikatakannya, alasan lain larangan truk batu bara tersebut melintas tidak lain untuk memperpanjang umur jalan. Selama ini banyak jalan yang rusak di wilayah Muaraenim lantaran berat muatan tidak sebanding dengan kualitas dan kelas jalan yang ada.
‘’Jadi seluruh pengangkutan hasil tambang batubara melewati Muaraenim itu wajib melalui sungai atau kereta, Kemudian untuk penambangan dari daerah lain kalau mau operasional juga harus membuat jalan khusus. Hal inilah kita harapkan jadi perintah lewat Perda yang segera mungkin direalisasikan eksekutif,” katanya.#nur

 

x

Jangan Lewatkan

Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Peninggalan Belanda di Kota Palembang

Oleh : Farida Wargadalem (Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)   PENDAHULUAN Palembang adalah salah satu kota ...