Home / Headline / Stasiun Kereta Api Kertapati Dikuasai Teroris

Stasiun Kereta Api Kertapati Dikuasai Teroris

BP/IST
Kelompok teroris secara mengagetkan berhasil menguasai objek-objek vital dan instalasi-instalasi penting, di antaranya Stasiun Kereta Api Kertapat,i Palembang.

Palembang, BP–Jumat (15/9) pagi, masyarakat dikejutkan oleh sebuah aksi teror teroganisir yang dilancarkan sekelompok teroris di Kota Palembang, Sumsel. Kelompok teroris yang merupakan bagian dari jaringan teroris Internasional ini secara mengagetkan berhasil menguasai objek-objek vital dan instalasi-instalasi penting, diantaranya Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang.

Dalam aksinya, kelompok teroris melakukan penyanderaan terhadap tokoh-tokoh penting diantaranya para tenaga ahli biokimia yang berdomisili dan bekerja di perusahaan-perusahaan industri berat di Kota Palembang. Kelompok teroris ini ternyata memanfaatkan ahli kimia tersebut, untuk mengembangkan dan memproduksi senjata kimia pemusnah massal.

Menyikapi situasi yang sangat berbahaya tersebut, Pimpinan TNI merespon cepat. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Am Putranto, S.Sos sambil menunggu proses politik penggunaan pasukan TNI, segera menyiapkan Pasukan Yonif Raider 200/BN, sebagai satuan pemukul Kodam II/Swj untuk melaksanakan perencanaan dan operasi-operasi pendahuluan, khususnya operasi intelijen guna mendukung keberhasilan operasi militer yang akan dilaksanakan.

Setelah perintah penggunaan pasukan TNI diterima, Pangdam II/Sriwijaya segera memberikan instruksi kepada Danyonif Raider 200/BN untuk melaksanakan Operasi Penyergapan Cepat (Operasi Raid) sebagai kemampuan yang memang dimiliki dan disiapkan untuk menindak dan menanggulangi aksi-aksi teror.

Dengan menggunakan Kapal Cepat Komando melalui jalur sungai Musi, Tim-tim tempur Raider bergerak cepat dari Basis Operasi di Mayonif Raider 200/BN Gandus, menuju sasaran yang ditentukan dengan penuh kerahasiaan.

Baca:  6 Bulan Solihin Dirikan Kamp ISIS di Sumsel

Tidak lama berselang datang dari arah hilir Sungai Musi sebuah kapal militer milik TNI AD secara perlahan dan rahasia. Pada jarak sekitar 500 meter dari sasaran Kapal Komando Cepat (KMC) ini berhenti, dan sebuah LCR dengan beberapa orang berbaju hitam-hitam mendayung perlahan secara rahasia menuju Dermaga Stasiun Kereta. Di sudut tersembunyi dekat Dermaga, LCR berhenti, 2 personil Raider melaksanakan renang taktis dan melumpuhkan Pos Pengaman Teroris di Dermaga secara senyap.

Setelah itu, Kapal Tempur Raider bergerak cepat merapat ke Dermaga dan dari dalam kapal keluarlah satu Tim Penanggulangan Teror menyerbu ke komplek Stasiun Kereta Api Kertapati. Terjadi baku tembak yang cukup dahsyat antara Tim raider dengan Pok teroris, namun dengan gerakan yang sigap dan sangat terlatih, Tim raider dapat melumpuhkan gerombolan teroris dengan cepat dan mengevakuasi para tawanan dari salah satu gerbong kereta dan selanjutnya melaksanakan eksfiltrasi meninggalkan lokasi menggunakan Kapal Cepat yang sudah disiagakan.

Alhasil, Pasukan Pemukul Kodam II/Swj ini berhasil melumpuhkan komplotan teroris yang mengganggu stabilitas keamanan Negara sekaligus membebaskan tokoh-tokoh penting yang dijadikan sandera di Stasiun Kereta Api Kertapati.

Baca:  Doktrin ABG Jadi 'Pengantin', Targetkan Serang Mapolres OKU dan Mako Brimob Depok

Itulah cuplikan garis besar skenario latihan yang dirancang untuk melatih Tim-tim tempur Yonif Raider 200/BN Kodam II/Swj dalam Latihan Pemeliharaan Raider Tahun Anggaran 2017. Latihan tempur ini merupakan program rutin guna memelihara kemampuan tempur Pasukan Raider dan menjamin kesiapsiagaannya untuk menghadapi berbagai macam situasi kontijensi khususnya untuk menghadapi aksi teror dan separatisme.

Danyonif Raider 200/BN, Letkol Inf Honi Havana M.MDS, selaku Pimpinan Umum Latihan menjelaskan, bahwa latihan pemelihaaraan kemampuan Raider ini terdiri dari berbagai macam latihan teknis dan taktis, diantaranya teknik pertempuran jarak dekat, teknik tembak reaksi, drill kontak senjata, infiltrasi dan eksfiltrasi, teknik mobil udara, teknik tempur di rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai) yang kesemuanya sangat bermanfaat untuk membangun kemampuan tempur dalam melaksanakan Operasi Raid.

Yonif Raider 200/BN melalui program latihan yang terarah, menurut Letkol Inf Honi Havana M.MDS terus mengembangkan kemampuan individu dan tim, yang akhirnya dapat menjadikan Sungai Musi sebagai sahabat alam yang sangat membantu dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Latihan ini juga dalam rangka menguatkan jati diri Prajurit Yonif Raider 200/BN sebagai Ksatria Sungai Musi, sebuah identitas yang sangat dibanggakan oleh para prajurit yang asramanya berada di dekat Daerah Aliran Sungai Musi’, tambahnya.

Masih menurut Danyonif Raider 200/BN, bahwa disamping di stasiun Kereta Api Kertapati, Yonif Raider 200/BN juga menggelar latihan serupa di Komplek Pertamina RU III/Plaju dan beberapa sasaran lain di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Baca:  Inilah Identitas dan Keterlibatan 12 Terduga Teroris Sumsel

Sementara itu, Kolonel Inf Rosidin, Ketua Tim Peninjau Latihan dari Staf Operasi Angkatan Darat dalam kesempatan meninjau latihan ini menyatakan, bahwa manuver operasi raid melalui media sungai ini merupakan sebuah langkah inovatif yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapsiagaan Pasukan Raider 200 dalam rangka menghadapi berbagai bentuk kontijensi keamanan yang mungkin muncul di wilayah Palembang.

“Latihan Raid di Sungai Musi ini merupakan implementasi pelaksanaan arahan Pimpinan Angkatan Darat agar satuan-satuan tempur TNI AD mengembangkan kemampuan-kemampuan tempur yang adaftif sesuai dengan tipologi wilayah dimana satuan tersebut berada”, jelasnya.

Dalam kesempatan latihan tersebut juga hadir Kepala Stasiun Kereta Api Kertapati, Bpk. Dedik Sunarko. Bapak Dedik Sunarko menyambut positif pelaksanaan latihan penanggalangan teror yang dilaksanakan oleh Yonif Raider 200/BN, dalam upaya terwujudnya stabilitas keamanan di Palembang khususnya bagi Stasiun Kereta Api Kertapati yang dipimpinnya.

“Sebagai salah satu objek penting yang melayani publik, sangat mungkin dijadikan sasaran aksi terorisme. Operasi PenanggulanganTeror melalui Sungai Musi ini menambah alternatif mekanisme pengamanan menghadapi berbagai macam kontijensi yang mungkin terjadi’, ujar Dedik Sunarko.

Kegiatan latihan ini ditutup dengan ramah tamah Tim Penanggulangan Teror Yonif Raider 200/Bhakti Negara bersama para petugas/karyawan Stasiun Kereta Api Kertapati.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Berebut Penumpang, Sopir Bus Kota Dihabisi Rekan Seprofesi

Palembang, BP–Diduga persoalan berebut penumpang, Febri (42) sopir bus kota jurusan Kertapati-KM 12 tewas dikeroyok sesama sopir di depan Hotel ...