Home / Sumsel / Musi Banyuasin / Muba Tutup Habis Semua Sumur Tua Pengeboran Minyak

Muba Tutup Habis Semua Sumur Tua Pengeboran Minyak

Rapat pembahasan dampak bahaya dari kegiatan ilegal drilling di Kabupaten Muba,

Sekayu, BP–Pengeboran minyak yang dilakukan masyarakat secara tradisional tanpa izin (illegal drilling) di Kabupaten Muba bukan rahasia lagi. Untuk itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia menginstruksikan untuk tutup habis sejumlah 17 sumur tua pengeboran yang tersisa.

Demikian disampaikan Kabid Energi SDM Ariansyah, ST, MM mewakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM) Provinsi Sumatera Selatan pada saat  rapat pembahasan dampak bahaya dari kegiatan illegal drilling di Kabupaten Muba, bertempat di Ruang rapat Dinas Energi dan SDM Provinsi Sumsel, Kamis (14/9).

“Menkopolhukam menegaskan, penutupan sumur bor sisa dari illegal drilling akhir tahun 2017 ini harus terlaksana, minggu depan tim dari Provinsi Sumsel akan ke Sekayu untuk berkoordinasi dengan Pemkab Muba, terkait penutupan 17 sumur bor yang tersisa, dan hasil dari rapat koordinasi akan diadakan sosialisasi terakhir, bukan lagi membahas tentang ilegal dan tidak ilegal tapi pemberitahuan terakhir kepada masyarakat maupun Pemda setempat bahwa sumur-sumur tersebut akan ditutup,” ujarnya.

Baca:  Wabup Tekankan Kontraktor Pengerjaan Jalan di Lalan Harus Selesai Tepat Waktu

Mewakili Bupati Muba, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba Ir A Rahman Z saat meghadiri rapat mengatakan, kebijakan Menkopolhukam untuk menutup sumur-sumur minyak ilegal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin adalah langkah tepat.  Dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan legalitas dalam pengembangan sumur-sumur tua.

“Sumur bor di wilayah Kecamatan Mangunjaya dan Keluang dikelola masyarakat secara illegal, karena secara hukum sumur tersebut masih dikelola Pertamina EP dan ini harus di tindak tegas legal atau tutup dan ada pekerjaan kita bersama 17 lagi sumur illegal yag belum ditutup karena di kuasai masyarakat,” ucapnya.

Baca:  Tim Coaching Clinic Jr NBA Memberi Bekal Atlet Basket Muba

Selanjutnya dari SKK Migas mengatakan 17 sumur yang dikuasai masyarakat tinggal menunggu bagaimana kesiapan Pemerintah dan partisipasi dari pihak Aparat dalam menyikapi hal ini. Tercatat dari SKK Migas sisa sumur milik Pertamina  yang dikuasai masyarakat tinggal 12 .

Kemudian dari Polda Sumsel melalui AKBP Erwin menyampaikan, “masalah illegal drilling, ini kita dari pihak kepolisian siap dan akan bergabung dengan pihak TNI untuk mengadakan pengamanan membantu menutup 17 sumur ilegal yg di kuasai oleh masyarakat, ditegaskan supaya juga harus berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat dan kepolisian setempat dan SKK Migas, “ujarnya.

Baca:  Terpilih Aklamasi, Thia Yufada Pimpin Perwosi Sumsel

Sementara itu mewakili Kasat Pol PP Muba, Kabid Penertiban Umum dan Masyarakat Hendri mengatakan pada prinsipnya dari aparat Pol PP Muba siap membantu untuk menutup kegiatan ini, tinggal menunggu arahan dan kesiapan kapan pelaksanaan dilakukan.

“Usaha illegal drilling yang di lakukan sekelompok masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Muba selama ini, selain melanggar ketentuan hukum migas dan merusak lingkungan juga berdampak langsung terhadap kesehatan para operator dan pekerja minyak secara Ilegal itu sendiri serta bagi masyarakat sekitar lokasi. Mereka sebagai pelaku langsung dalam mendulang minyak mentah tanpa alat pelindung diri sangat berpotensi besar terkena beberapa bahan berbahaya terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa,” ujarnya.#arf

x

Jangan Lewatkan

KH Said Aqil Siroj Dukung Dodi

Palembang, BP–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj resmi melantik pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi ...