Home / Headline / Pungli Penerimaan Pegawai Dinkes Muba, Dodi: Saya Sikat Jika Terbukti

Pungli Penerimaan Pegawai Dinkes Muba, Dodi: Saya Sikat Jika Terbukti

Sebagian warga yang mengaku sebagai korban pungli penerimaan pegawai terbatas (PTT) Dinkes Muba.

Sekayu, BP–Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin merespon keras adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap penerimaan pegawai tidak tetap (PTT) Kesehatan pada APBD P tahun 2017. Dirinya menjamin akan ada kemungkinan membatalkan SK yang sudah terbit jika benar terjadi mala praktik dalam proses penerimaannya. Dodi bahkan telah memerintahkan aparatnya agar mengusut tuntas kasus dugaan pungli ini.

“Akan kita lihat sejak kapan praktik pungli ini terjadi. Sekarang tim inspektorat Muba sudah bergerak. Tadi pagi ada tujuh korban sudah dimintai keterangan mengenai alur awal mula terjadi janji diterima sebagai PTT hingga  berujung pada pungli. Kita akan usut sampai di mana praktik ini berimbas dan bermuara. Asal terbukti sikat,” tegas Dodi kepada media,  Rabu (13/9), di Sekayu.

Menurut keterangan Inspektur Muba melalui Irban IV yang membawahi bidang investigasi, Heri Hermansyah, pihaknya tengah menelusuri praktik pungli terhadap sejumlah lulusan bidan, perawat, sarjana kesehatan, dan tenaga medis ini bermula. Selain telah mengambil keterangan dari tujuh korban pungli dan mengamankan barang bukti berupa kwitansi bermaterai sebanyak tujuh buah, pihaknya juga sudah memeriksa terduga pelaku. Kini semua data sedang digodok.

Kini, laku kotor ini mulai terang ketika Kamis pagi sebanyak enam  tenaga honor kesehatan mendatangi Inspektorat Muba dalam mengadukan nasib mereka sekitar pukul 11.00 WIB dengan membawa sejumlah bukti tanda setoran uang tunai yang dibuatkan dalam kwitansi bermaterai.

Baca:  Hasil Pungli PTT Dinkes Muba Jadi Bancakan Banyak Pejabat?

Menurut keterangan dari salah satu korban yakni RR, bahwa ia bersama temannya melakukan penyetoran uang secara  bertahap di sebuah rumah makan di Sekayu. Pada penyetoran tersebut korban PW setor 30 juta, S setor 33 juta, AM setor 30 juta, NW setor 48 juta, AN setor 33 juta, dan RR setor 33 juta

“Penyetoran dilakukan tergantung jumlah besaran seperti PTT pusat dan PTT daerah. NW, AN, dan saya sendiri  menyetor uang pada 23 Mei 2017, dibuatkan kwitansi apabila tidak keluar SK pada bulan September uang dikembalikan,” kata RR, ketika dibincangi, Rabu (13/9).

Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama enam orang lainnya merupakan tenaga suka rela (TKS) di Puskesmas Kecamatan Palakat Tinggi, Muba.

“Awalnya kami ini merasa iri, karena setiap ada orang baru yang datang selalu membawa SK penempatan. Lepas dari sana kami bertemu pertama kali dengan oknum ASN di SP 3, oknum ini  saat itu mau membeli sawit, dan saat itu ia mencari pegawai kontrak dengan dijanjikan akan ada SK PTT untuk 10 orang,” ungkapnya.

Baca:  Pungli Penerimaan Pegawai Dinkes Muba, Polri Kumpulkan Data

“Karena tergiur dan ingin mengubah nasib kami mengikuti itu semua, kami bertanya apakah ini ada yang tanggung jawab dan ia menjanjikan bahwa akan keluar SK dan ia juga membawa nama seorang pimpinan anggota DPRD Muba.”

“Harapaan kami saat ini jika ada peluang kami ingin diterbitkannya SK, jika tidak kami ingin uang tersebut kembali seutuhnya sesuai perjanjian,” tegasnya.

Sementara itu, ada informasi  bahwa terduga pelaku pungli akan berangkat ke Jawa untuk menemui anaknya. Tak kalah gesit, Inspektorat Muba mengontak pihak Kecamatan Bayung Lencir untuk menahanya terlebih dahulu.

“Kita mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan akan pergi ke Jawa, jadi kita minta pihak kecamatan untuk menahan keberangkatannya dahulu. Mengenai informasi lebih lanjutnya akan segera kita dalami terlebih dahulu,” ungkap Sekreteris Inspektorat Muba, Yulius Adi.

Dugaan pungli ini dilakukan untuk para korban yang dijanjikan adanya penerimaan PTT medis dan kesehatan sebanyak 200an lebih dari PTT yang sudah ada sebanyak 335 orang pada tahun 2017 ini.

Kaget, Tidak Percaya
Terpisah, Plt Sekda Muba H Apriyadi mengaku kaget dan tidak percaya.  Apalagi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hermedi pertama adalah menciptakan aparat yang profesional, bersih untuk melayani masyarakat. Sebagai Plt Sekda dirinya pun terus mewanti-wanti para ASN (aparatur sipil negara) untuk taat dan patuh.

Baca:  Pengepul Uang Pungli PTT Dinkes Mangkir Panggilan Polisi

“Apalagi disebut pakai kwitansi bermaterai segala. Susah untuk dinalar  ada pungli pakai kwitansi. Saya sudah  melapor kepada pimpinan dan sudah ada langkah internal kami menindaklanjuti dugaan pungli ini,” kata dia.

Pihaknya meyakinkan tidak akan membiarkan praktik pungli terjadi dalam proses perekrutan tenaga PTT.

“Kalau benar ada praktik ini, Bupati sudah perintahkan akan ada sanksi kwras. Kita  fokus  pada oknum pelaku dulu. Soal kaitannya bagaimana praktik ini meluas ke pihak mana saja , siapa saja yang terlibat, benar atau tidak melakukan pungli itu kita tunggu hasil pemeriksaan inspektorat,” tegasnya.

Diketahui saat ini pada tahun 2017 Pemkab Muba telah mengeluarkan SK PTT kesehatan dan medis sebanyak 335 orang PTT. Mereka terdiri dari 258 bidan, 25 dokter, serta tenaga kesehatan khusus sebanyak 52. Gaji para PTT ini  dianggarkan pada APBD  2017 Induk.  SK 335 semuanya sudah ada dan  SK mereka ditandanagani Bupati Muba.

Sedangkan dari paripurna laporan Komisi di DPRD Muba pada pekan lalu diketahui anggaran Dinkes pada APBD  Induk  2017 sebesar Rp 13. 798.000. Sedangkan pada APBD P 2017 bertambah sebesar Rp 3.056.400.  Sehingga total anggaran Dinkes pada 2017 sebesar rp 16.854.400.#arf 

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Melaunching Program S2C

Palembang, BP—Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melaunching program Sumsel Smart and Care (S2C). S2C merupakan inovasi proyek perubahan ...