Home / Headline / KPPRI Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan
GKR Hemas

KPPRI Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan

Jakarta, BP

Kordinator Presidium  Kaukus Perempuan Parlemen  Republik Indonesia (KPPRI), GKR Hemas mendesak pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan terhadap anak-anak dan wanita etnis Rohingya.

Seluruh  bangsa di dunia harus mengutuk keras tindakan tidak manusiawi yang dilakukan Myanmar terhadap etnis Rohingya terutama kaum perempuan dan anak.

“Kami sangat prihatin terhadap perempuan dan anak-anak yang telah mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik, seksual maupun ancaman pembunuhan,” kata GKR Hemas, Senator dari Yogjakarta tersebut  di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Rabu (13/9).

GKR Hemas yang didampingi Lena Mariyana Mukti (MPI), Dwi Septiawati Djafar (Ketum DPP KPPRI), dan Irma Suryani Chaniago (KPPRI) menambahkan, Rohingya tidak termasuk  salah satu dari 135 etnis yang diakui Myanmar, sehingga usulan pemerintah Indonesia berjudul ‘Formula 4 + 1’ untuk memulihkan perdamaian dan memungkinkan akses bantuan kemanusiaan sangat baik.

Dwi Septiawati Djafar berharap, Myanmar memberikan keamanan dan keselamatan bagi perempuan dan anak-anak, menyediakan dialog dan rekonsiliasi untuk mengakhiri kekerasan, diskriminasi dan pelecehan seksual.

Menurut Dwi, negara lain juga  mesti ikut mendirikan pusat krisis, rehabilitasi dan penyembuhan traumatis, menyediakan zona aman bagi Rohingya dan relawan, melakukan proses identifikasi untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah.

“Myanmar mesti menyediakan tempat yang aman dan tidak terisolasi dari keluarga,” tutur Dwi.

Anggota DPR RI, Irma Suryani menegaskan, berbagai kalangan termasuk DPR jangan hanya menyalahkan pemerintah Indonesia, namun harus ikut mengambil bagian dengan melakukan tindakan nyata.

“Saya sangat menyesalkan parlemen kita menerima anggota parlemen Myanmar dua hari lalu. Mestimya DPR RI  menolak kehadiran parlemen Myanmar sebagai reaksi protes terhadap kekejaman  Myanmar terhadap anak dan perempuan Rohingya,” tegas Irma. #duk

 

x

Jangan Lewatkan

Polda Endus Ladang Ganja Lain

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan 335 butir ekstasi dan 86,34 gram sabu hasil ungkap dua perkara dengan tiga ...