Home / Headline / Bawaslu Sumsel Rangkul Kalangan Medsos Guna Kawal Demokrasi Di Sumsel

Bawaslu Sumsel Rangkul Kalangan Medsos Guna Kawal Demokrasi Di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Sosialisasi UU No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum di Hotel Horison Ultima, Palembang, Rabu (13/9).

Palembang, BP

Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya Ssos mengatakan, kalau acara sosialisasi ini adalah program sosialisasi keempat dari pengenalan lembaga pengawas Pemilu dalam rangka sosialisasi UU No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum .
Acara ini diikuti oleh 100 orang dari penggiat medsos, dan mereka berkecimpung di bidang medsos.
“Ini adalah rangkaian terakhir dari kegiatan kami dalam melakukan sosialisasi pengenalan kelembagaan, sebelumnya kami melakukan hal serupa di kabupaten OKU, Pagaralam, terakhir di kota Lubuk Linggau, “ katanya saat Sosialisasi UU No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum di Hotel Horison Ultima, Palembang, Rabu (13/9).
Untuk Palembang, sengaja pihaknya mengundang para mitra Bawaslu Sumsel, mereka yang aktip di media sosial , Ormas, OKP dan mereka yang aktip berbagai lembaga non pemerintah yang dipandang sangat perlu di rangkul dalam rangka pelaksanaan pilkada nantinya.
“Karena kami menyadari mereka-mereka yang kami sebutkan tadi berkepentingan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, pemilihan walikota dan bagaimana peran Bawaslu Sumsel dalam melaksanakan tugas dan kewajiban ketika pelaksanaan itu berlangsung, katanya.
Selain itu, untuk pelaksanaan pilkada kota Palembang berjalan serentak bersamaan dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur.
“Bapak ibu akan menjadi sasaran kampanye dari calon kepala daerah siapapun itu dan berapapun jumlahnya , nah sebagai kota besar, Palembang itu sudah menjadi kota, menurut kami menjadi kota besar kedua di Sumatera setelah Medan, dan barangkali kalau kita konsisten melakukan percepatan pembangunan termasuk penduduknya cepat menggeliat mengikuti arus pembangunan maka dalam jangka waktu tidak terlalu lama saya kita kota Medan di Sumatera Utara bisa terlampaui oleh kota Palembang,” katanya.
Untuk itu menurutnya, dibutuhkan kontribusi dari berbagai pihak , dari orang muda dalam waktu lima tahun paling lama 10 tahun akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di kota Palembang ini dalam berbagai bentuk aktivitasnya , apakah aktivitas pemerintahan, diluar pemerintahan, berbagai macam komunitas .
“Saya percaya teman-teman yang ada dalam ruangan ini adalah 5 sampai ke 10 tahun kedepan akan eksis di berbagai tempat, untuk itulah kami menggugah teman-teman sekalian dengan mengundang hadir dalam acara ini dan bersama-sama kami mengawal proses demokrasi di kota Palembang khususnya dan kota Palembang umumnya ,” katanya.
Selain itu riset terakhir Bawaslu Sumsel dan pemilih Indonesia , pemilih pemula, pemuda yang berusia 17 sampai 30 tahun mendapatkan proporsi yang sangat besar dan celakanya pada dasarnya mereka berusia di atas 17 sampai 30 tahun itu tidak mengerti hak politiknya dan belum memahami apa yang seharusnya mereka lakukan.
“Teman-teman diusia 17 sampai 30 tahun ini juga teman –teman yang akrab dengan media mainstream (sosmed) kadang sebagai penerus pesan-pesan yag sebenarnya yang sebenarnya tidak perlu di teruskan atau kadang –kadang penikmat dari pesan yang belum terkonformasi kebenarannya.
Dalam kontek pemilihan kepala daerah, Pilkada yang berlangsung di kota Palembang dan di Sumsel ini , pihaknya memberikan pemahaman kepada semuanya untuk bisa tahu apa yang menjadi proporsinya terkait sebagai pemilih dan sebagai orang muda di Sumsel .
“ Meski kuantitasnya tidak terlalu banyak secara kualitas kita bisa mempengaruhi cara berpikir dan cara berprilaku, bertindak dalam menghadapi pilkada, untuk itulah dalam sesi diskusi kita sepanang pagi sampai siang kami mengenalkan postur baru lembaga pengawas pemilu , kemudian kami juga mengenalkan tugas dan kewenangan kami, agar bisa diketahui khalayak ,” katanya,
Dan sebentar lagi, pihaknya akan melakukan rekrutmen personil pengawas pemilu untuk tingkat kecamatan, desa/kelurahan, pengawas pemilu tingkat TPS.
“Kalau mau mencari pekerjaan yang sebentar lagi banyak jumlah lowongannya ada ditempat kami tapi memang dia tidak permanen seperti seleksi calon pegawai negeri sipil yang banyak di buka di banyak Kementrian, ini salah satu kontribusi kita untuk kota Palembang untuk Sumsel mudah-mudahan bisa mengikuti dengan baik” katanya.
Selain itu di sesi terakhir pihaknya memaparkan, bagaimana cara kami merangkul teman-teman sekalian, apa yang dibutuhkan dari teman-teman sekalian dan apa yang bisa kawan-kawan bisa kontribusikan untuk pilkada di Sumsel.
“Teman-teman yang punya Facebook, instgram, twiter, line, whatups , apapun itu bisa digunakan untuk masyarakat kota Palembang melek secara politik, kami sangat menyadari terkadang tidak semua orang-orang muda di tempat kita ini lebih banyak memegang handphone ketimbang membaca koran dan artikel secara utuh mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang sepetak yang didapat , kami berpikir kami ada kewajiban untuk menyampaikan apa yang menjadi tugas kami selebihnya nanti lembaga lain melakukan hal serupa , sehingga tidak ada kesesatan informasi yang diterima oleh semua pihak, sehingga kita bisa memastikan secara bersama pelaksanaan pilkada karena tugas kami ada disitu , agar pilkada di Sumsel jauh lebih baik, apa yang kita diskusikan ini kami bisa membentuk komunitas baru , komunitas baru ini berisi teman-teman muda yang memang punya keinginan mengembangkan kemampuannya di aktivitas sosial kemasyarakatan berkaitan dengan pengembangan demokrasi lokal di kota Palembang dan di Sumsel, mudah-mudahan kami bisa menggugah itu semua,” katanya. #osk

Baca:  Agustus, Angkatan I Poltekpar Sumsel Beraktivitas

 

x

Jangan Lewatkan

Polda Endus Ladang Ganja Lain

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan 335 butir ekstasi dan 86,34 gram sabu hasil ungkap dua perkara dengan tiga ...