Home / Headline / Barang Bersejarah Museum Dr Ak Gani Di Data

Barang Bersejarah Museum Dr Ak Gani Di Data

BP/DUDY OSKANDAR
Dinas Kebudayaan Kota Palembang dipimpin Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani bersama Kasi Registrasi Cagar Budaya , H Rijal SH melakukan pendataan Cagar Budaya di Museum Dr Ak Gani yang terletak di Jalan MP Mangkunegara, Rabu (13/9).

Palembang, BP

Dinas Kebudayaan Kota Palembang dipimpin Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani bersama Kasi Registrasi Cagar Budaya , H Rijal SH melakukan pendataan Cagar Budaya di Museum Dr Ak Gani yang terletak di Jalan MP Mangkunegara, Rabu (13/9).
Dengan dibantu Kepala Museum Dr Ak Gani Priyanti Gani dengan Sekretris Museum Dr Ak Gani , Husinm satu –persatu barang milik peninggalan Dr Ak Gani mantan Gubernur Sumsel pertama dan juga pahlawan Sumsel ini di periksa dan di data.
Kasi Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Nyimas Ulfah Aryeni mengatakan, cagar budaya yang tersusun nantinya dari beberapa lokasi di kota Palembang termasuk di Museum dr Ak Gani ini akan di data dan disusun selanjutnya diserahkan ke tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Sumsel dan tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Sumsel yang akan menilai langsung .
“Kita targetkan akhir Oktober 80 cagar budaya di kota Palembang bisa terdata sehingga kita lakukan jemput bola ke lokasi cagar budaya tersebut dan langsung kita serahkan ke Tim ahli cagar budaya provinsi Sumsel,” katanya.
Setelah, Museum Dr Ak Gani pihaknya akan ke kampung Asegap, rumah Pak Raden 4 Ulu dan lain-lain.
“ Pendataannya meliputi bangunan, benda , situs , kawasan, dan lain-lain,” katanya.
Menurutnya, cagar budaya itu bisa berupa benda, bangunan dan non benda sehingga jumlahnya cukup banyak di Palembang.

BP/DUDY OSKANDAR
Dinas Kebudayaan Kota Palembang dipimpin Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani bersama Kasi Registrasi Cagar Budaya , H Rijal SH melakukan pendataan Cagar Budaya di Museum Dr Ak Gani yang terletak di Jalan MP Mangkunegara, Rabu (13/9).

Benda cagar budaya itu seperti songket, kemudian bangunan seperti rumah limas, bangunan kolonial dan lainnya, sementara non benda seperti tradisi-tradisi.
Oleh karena itu, diharapkan partisipasi masyarakat untuk bisa mendata apa saja yang diduga cagar budaya yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Selain itu menurutnya, sebuah bangunan untuk bisa ditetapkan sebagai situs cagar budaya harus memenuhi kretria berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun. Selain itu memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau kebudayaan serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.
Sedangkan Kepala Museum Dr Ak Gani Priyanti Gani mengucapkan, terima kasih atas pendataan cagar budaya dari Dinas Kebudayaan kota Palembang terhadap Museum Dr Ak Gani,
“ Terima kasih atas bantuannya terhadap Museum Dr Ak Gani ini,” katanya.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

Napi Kasus Pembunuhan Meninggal Dunia

Lubuklinggau, BP–Diduga karena serangan jantung, Nasip (35), narapidana kasus pembunuhan yang kini mendekam di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau meninggal ...