Home / Pendidikan / Surat Kecil Delisa untuk Muslim Rohingya

Surat Kecil Delisa untuk Muslim Rohingya PAUD-SD Sekolah Tahfiz Nurul Ummah Palembang

SOLIDARITAS: Puluhan siswa PAUD-SD Sekolah Tahfizh Khoiru Ummah Palembang saat melakukan aksi solidaritas untuk saudara muslim rohingya di Myanmar, Selasa (12/9). (Foto: BP/SUGIARTO)

Palembang, BP — Dengan wajah sedih, mereka mengangkat tulisan-tulisan yang dibuatnya. Mulai dari tulisan dukungan moril hingga puisi solidaritas.

Masih segar dipelupuk matanya, mereka baru saja menyaksikan rangkaian nonton bersama tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara sesama muslim Rohingya di Myanmar.

Deretan puluhan bocah tersebut terlihat bocah yang mulai sesenggukan. Dialah Delisa, salah satu siswa kelas VI SD Sekolah Tahfiz Khoiru Ummah Palembang yang terbawa dalam kesedihan atas tragedi muslim Rohingya yang menjadi kesedihan dunia Internasional.

“Saya lihat mereka dipenggal, dibunuh. Kami mohon selamatkan mereka dan kuatkan mereka,”tuturnya dengan wajah polos saat bergabung bersama teman-temannya melakukan aksi solidaritas di pelataran sekolah, Selasa (12/9).

Delisa dengan bahasa keluguannya berharap pemerintah Indonesia terus memberikan bantuan dan dukungan agar mampu membantu saudara muslim Rohingya di Myanmar. “Semoga banyak bantuan buat mereka, mereka banyak anak kecil,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Tahfizh Plus (STP) Berbasis Aqidah PAUD-SD Islam Khoiru Ummah Palembang, Nurrela SPd mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama muslim dan juga sebagai praktek langsung dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Aksi ini juga dirangkaikan dengan sebelumnya nonton bersama, menulis puisi dan surat kecil untuk saudara muslim rohingya dan ditutup dengan aksi solidaritas.

“Jadi ini sebenarnya merupakan bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa praktek langsung, seperti menulis puisi, surat dan pengungkapan perasaan siswa,” terangnya.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelajaran Geografik. Pihaknya, juga mengajarkan kepada siswa untuk saling mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama muslim.

“Selain pelajaran Bahasa Indonesia, ini juga merupakan pelajaran Geografik, dimana siswa diajarkan letak peta Rohingya yang terletak di Asia Tenggara,” ujarnya lagi.

Aksi solidaritas ini merupakan kegiatan lanjutan, yang sebelumnya mereka menonton bersama dengan para siswa, bagaimana derita Rohingya.

“Ya sebelumnya kita menonton bersama, dan secara tidak langsung siswa sangat merasakan derita saudara kita di Myanmar,” pungkasnya. #sug

x

Jangan Lewatkan

Marzuki Alie Tinggalkan Maaf ke IKA Unsri

Palembang, BP — Setelah menahkodai ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitae Sriwijaya masa bakti 2013-2017 akhirnya, tibalah Marzuki Alie lengser menyusul ...