Home / Headline / DPRD Sumsel Desak Pemkot Palembang dan Pemprov Seriusi Revitalisasi BKB

DPRD Sumsel Desak Pemkot Palembang dan Pemprov Seriusi Revitalisasi BKB

BP/IST
BKB tempo dulu

Palembang, BP–DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak, Pemerintah kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk segera menseriusi Revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini di jadikan kantor Kesdam II Sriwijaya dan Rumah Sakit AK Gani.
“Perlu pembicaraan yang lebih dalam dan serius terkait revitalisasi BKB ini,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin, Selasa (12/9).
Selama ini menurutnya revitalisasi BKB terganjal masalah anggaran, terutama soal pemindahan Kesdam II Sriwijaya dan Rumah Sakit Dr Ak Gani kemana dan siapa yang melakukan termasuk membiayainya.
Menurutnya jika revitalisasi BKB ini berhasil, maka harus di pikirkan BKB akan dijadikan apa, misalnya menjadi museum, pusat kerajinan atau hal yang berkaitan produktif dan menghasilkan pendapatan daerah serta  bernilai sejarah yang merupakan destinasi wisata.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin

“Revitalisasi BKB harus segera di seriusi, untuk diketahui zaman Pak Tri Sutrisno waktu menjadi Pangdam II Sriwijaya sudah dibicarakan hal revitalisasi BKB dan sudah ada deal untuk angka uang yang harus di relokasi terkait Rumah Sakit Dr Ak Gani, Kesdam II Sriwijaya , rumah dinas TNI didalam BKB , aku yakin dan percaya TNI tidak terlalu betah lagi tinggal di BKB , karena situasinya tidak memungkinkan lagi untuk mereka, oleh karena itu revitalisasi sudah saatnya diseriusi,” katanya.

Untuk itu dia mengusulkan, perlu di bentuk tim dari Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel untuk segera merealisasikan revitalisasi BKB ini.
“ Tapi harus ada yang menginisiasi, harus di inisiasi,” katanya.
Namun, saat ini kondisi keuangan Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel belum memungkinkan untuk saat ini tapi walaupun demikian perencanaan revitalisasi BKB harus segera di mulai dan diseriusi saat ini.
“Perlu ada pembicaraan pertama dengan pihak Kodam II Sriwijaya, Mabes TNI AD, Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Teguh

Jika revitalisasi BKB bisa di realisasikan, maka dapat menguntungkan bagi Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel dan Kesultanan Palembang Darussalam nantinya bisa memperkaya budaya-budaya dan nilai-nilai dalam BKB sendiri atau dijadikan pusat kerajinan dan pusat budaya.
“Sekarang ini stag, berjalan sebagaimana biasa , masih bersyukur masih ada TNI bisa merawat BKB,” kata mantan Sekda kota Palembang ini.
Namun, pembicaraan revitalisasi menurut politisi partai Demokrat ini dia mengusulkan agar di bicarakan setelah pilkada tahun 2018.

Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia Provinsi Sumsel Kemas Ari Panji

Sedangkan Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumsel Kemas Ari Panji menilai pentingnya untuk segera melakukan upaya revitalisasi BKB.
“Karena itu adalah aset sejarah dari Kesultanan Palembang Darussalam yang masih tersisa…. Tapi permasalahannya pemindahan Kesdam II Sriwijaya dan Rumah Sakit Dr A.K. Gani belum terealisasi hingga kini karena TNI belum tentu mau disuruh pindah dengan berbagai alasan…. Kalau untuk sejarah kota Palembang revitalisasi BKB itu sangat penting karena BKB dibuat anak negeri Palembang sendiri,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh beberapa waktu lalu mengatakan, kalau Benteng Kuto Besak (BKB) yang merupakan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam yang kini dikuasai Kodam II Sriwijaya dan pihaknya sudah membicarakan hal tersebut kepada Walikota dan Wakil Walikota Palembang .
Apalagi menurutnya, BKB merupakan pusat pertemuan masyarakat dan tempat destinasi wisata yang paling populer di Palembang. Terutama menjelang Asian games 2018.
“Untuk realokasi tersebut diharapkan bisa di nikmati oleh masyarakat secara utuh dan BKB ini dengan keikhlasan TNI siap pindah dari sana itu kita jadikan pusat kebudayaan Sumsel yang memang tiap minggu ada gelaran di dalamnya , jadi betul-betul di dalam itu tempat budayanya kekayaan Sumsel bukan hanya Palembang,” katanya.
Selain itu BKB di bangun oleh orang Sumsel dan satu-satunya benteng di buat pribumi bukan seperti benteng di provinsi lain yang dibuat Belanda, Inggris dan Portugis.
“ Ini kebanggaan dan kekayaan putra daerah yang harus kita lestarikan , kita pertahankan dan fungsikan sesuai apa yang ada , ini kesulitan kita masih negosiasi, tinggal keikhlasan TNI saja, kalau TNI memang mengaku sejarah ini betul-betul dia bisa pindah dengan ikhlas sehingga masyarakat menikmati BKB sampai kedalam , saya sendiri sampai sekarang belum tahu apa isi di dalam dalam BKB karena izinnya begitu rumit dan ribet sehingga saya tidak bisa mendeteksi apakah masih utuh berdasarkan peta saya dapat apakah sudah berubah,” katanya.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Vebri Alintani

Ketua Dewan Kesenian Palembang , Vebri Alintani mengatakan, BKB beralih fungsi setelah revolusi , ketika dari Belanda ke TNI.
“Dari Agresi ke II dikuasai Belanda dan diambil TNI, TNI menguasai BKB karena itu benteng kemudian akhirnya jadi pemukiman ada rumah-rumah yang sekarang bukan pemilik pertama tapi sudah cucu-cucunya tinggal disitu dan membuat Rumah Sakit AK Gani di sampingnya , sudah lama sekali tidak terurus dan menjadi tugas berat pak Sudirman Teguh dan pemerintah sekarang sekitar Rp500 miliar kalau mau merelokasi itu, kalau dulu apakah bisa,” katanya.
Menurutnya, kalau dari dulu BKB di upaya di relokasi tidak susah lagi.
“Sekarang belum diupayakan sehingga Rp1 triliun bisa naik, BKB peninggalan pribumi yang megah ini harus kita pertahankan dan ini menjadi kewenangan pusat untuk melindungi BKB dan sekitarnya, selain Pemkot, Pemprov Sumsel dan pusat dan masyarakat kembali mengambil BKB dan memfungsikan sebagaimana benteng-benteng tempat lain,” katanya.
Sebelumnya Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.IP memastikan, soal relokasi Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini di jadikan kantor Kesdam II Sriwijaya dan Rumah Sakit AK Gani hingga ini belum pernah terealisasi.
Dan hingga kini upaya relokasi BKB belum pernah serius ada di lakukan baik dari pihak Pemkot Palembang maupun Pemprov Sumsel.
“Kita menunggu perintah Kementrian Pertahanan dalam hal ini juga tergantung dari Kementrian Keuangan , karena ini aset negara, Kodam II Sriwjaya apapun keputusan dari pimpinan atas kita siap aja,” katanya.
Untuk merelokasi BKB menurutnya, Pemerintah daerah bisa mengajukannya ke Menteri Keuangan dan Menteri Pertahanan dan tidak melalui Kodam II Sriwijaya.
“ Kalau jadi pindah ya tidak bisa ujuk-ujuk pindah , dimana pindahnya, “ katanya.
Selain itu Rumah Sakit AK Gani di BKB menurutnya, dari dulu memang awalnya memang rumah sakit milik Belanda sebelum dikuasai TNI.

BKB saat ini.

“ Pernah dulu anggota dewan kesini mempertanyakan soal relokasi BKB juga tidak ada tindaklanjutnya karena putusannya ujungnya dari Presiden dapat saran dari Menteri Keuangan ke Menhan kita unsur dibawah siap saja,” katanya.
Menurutnya, kalau merelokasi TNI dari BKB menurutnya harus ada lokasi pengganti.
“ Kalau mau diambil ada enggak anggaran untuk memindahkan itu , dipindahkan kemana , ada enggak tanahnya, tidak semata-mata sepeser dua peser khan itu,” katanya sembari mengatakan kalau memang pihak Pemerintah daerah serius dalam relokasi BKB dipersilahkan ke pusat.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Sungai Musi Ditutup Tujuh Jam, Kapal Tongkang Dilarang Melintas

  Palembang, BP–Memasuki tahap pengerjaan girder kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, khususnya di alur tengah Sungai Musi. PT Waskita ...