Home / Headline / Hindari Aparat, Pembunuh Sopir Taksi Online Selalu Berpindah-pindah

Hindari Aparat, Pembunuh Sopir Taksi Online Selalu Berpindah-pindah

Tersangka Iwan yang merupakan eksektor pembunuhan sopir taksi online Edwar Limba saat ditangkap di tempat persembunyiannya.

Palembang, BP–Tim Rimau Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel berhasil menangkap Herwan alias Iwan (21), komplotan pelaku perampokan dan pembunuh sopir taksi online, Edwar Limba (35), Sabtu (9/9).

Tersangka ditangkap dari salah satu lokasi persembunyian nya, di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya mengetahui posisi tersangka berdasarkan pengembangan dari tiga tersangka lain yang telah lebih dulu ditangkap.

Baca:  Sopir Angkot Serbu Pemprov, Minta Tutup Taksi 'Online'

Tersangka Iwan merupakan otak pelaku yang yang pertama kali mengajak tersangka Aldo dan Ari untuk melakukan perampokan. “Iwan yang mengajak Aldo dan Ari, kemudian merencanakan untuk merampok sopir taksi online,” ujar Kapolda saat gelar perkara, Senin (11/9).

Zulkarnain berujar, tersangka yang telah buron selama 18 hari ini berpindah-pindah tempat sehingga anggota pun tidak mudsh untuk menangkapnya.

Diketahui, tersangka sempat bersembunyi di kampung halamannya di Desa Sungai Lilin, RT4/4, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin selama beberapa hari.

Baca:  Sopir Angkot Keluar Saat Mediasi Angkutan Konvesional dan 'Online'

Merasa tidak tenang, tersangka kembali berpindah ke Jalur 20, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, yang diketahui merupakan tempat tinggal sanak saudaranya selama tiga hari.

Terakhir, tersangka bersembunyi di Desa Ulak Kemang tempat dirinya diciduk petugas. Karena berupaya melarikan diri dan melawan menggunakan sebilah parang saat hendak diringkus, Tim Rimau menghadiahi tersangka dengan timah panas di kaki.

Baca:  Kapolres Banyuasin: Pembunuhan Sopir Jangan Dikaitkan Dengan Aksi Sweeping

Tak tanggung-tanggung, tiga lubang akibat peluru kini bersarang di kaki tersangka hingga terpincang.

“Masih satu tersangka yang buron. Namun yang masih buron ini hanya membantu menyembunyikan tersangka. Pelaku utama sudah ditangkap semua. Kami sudah tahu lokasi buronan tersebut dan kami imbau untuk menyerahkan diri,” imbaunya.

Zulkarnain menegaskan, pihaknya tidak akan lembek kepada para pelaku kejahatan yang menggunakan kekerasan serta melukai hingga membunuh korban.

“Yang seperti ini akan kami sikat betul. Melawan, sikat. Jangan melakukan lagi. Apabila masih ada kejadian seperti ini, akan kami sikat sampai habis,” tegasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Napi Kasus Pembunuhan Meninggal Dunia

Lubuklinggau, BP–Diduga karena serangan jantung, Nasip (35), narapidana kasus pembunuhan yang kini mendekam di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau meninggal ...