Home / Sumsel / PALI / Antara Senyum Bahagia, Dibalut Kekecewaan

Antara Senyum Bahagia, Dibalut Kekecewaan Oprasi Pasar Gas Melon di PALI

Antrean warga untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg.

PALI, BP — Oprasi pasar Gas 3 kilogram tidak tudak selamanya memberikan kebahagian bagi warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), selain saling dorong dan berdesakan pun tidak bisa di hindari bagi para kaum ibu rumah tangga

Seperi yang dialami Dewi (25), warga Talang Ubi, menapakan Raut muka kecewa ketika dirinya mendapati tabung gas elpiji 3 kg atau gas melon yang dijual melalui operasi pasar di Simpang Lima Pendopo telah ludes.

Dirinya juga menilai operasi pasar tersebut sangat beresiko. “Coba liat dewek, mereka sampe naik truk untuk dapet tabung gas. Terus jugo tabung gasnyo diangkat-angkat di pucuk kepala, cak mano kalu telepas dari tangan. Kan bahayo, biso nimpo palak kito,” ujarnya

Ia juga mengatakan, yang membeli gas tersebut ada pula orang yang kembali menjual, sehingga tidak efektif. “Tadi aku liat ado ibu-ibu bawa tabung gas sebanyak 7 tabung. Untuk masak apo untuk di jual itu,” tanyanya.

Tidak hanya itu, Siska (26) warga Golf Permai mengaku lebih baik beli tabung gas seperti biasa dari pada harus berebutan dan berdesak-desakan yang mempunyai resiko tinggi. “Beli cak biaso tulah, dari pada celako, dorong dorongan menjerit jerit” singkatnya.

Sementara itu, tak sedikit pula warga Talang Ubi Kabupaten PALI yang sangat senang dengan adanya operasi pasar tabung gas elpiji ukuran 3 kg itu.

“Senanglah kak, soalnyo ditempat kami hargo gas itu Rp 35.000,- per tabung. Sementaro sekarang, hargonyo di operasi pasar ini cuma Rp 17.000,00. Jadi biso menghemat,” ungkap Mariska (27) warga kelurahan Pasar Bhayangkara kecamatan Talang Ubi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI Irawan Sulaiman S Sos MSi menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab PALI dalam mengatasi kelangkaan tabung gas melon di PALI serta meroketnya harga tabung gas yang merupakan subsidi dari Pemerintah itu.

“Setelah pihaknya melaporkan kepada Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) terkait kelangkaan gas elpiji akhir-akhir ini. Kemudian barulah digelar operasi pasar gas elpiji ini untuk hari pertama di dua titik, yakni Simpang Lima dan Desa Talang Bulang,” tutur Irawan.

Selanjutnya, sambung Irawan operasi pasar tersebut merambah sampai ke pelosok Kecamatan di Kabupaten PALI.
“Pokoknya operasi  pasar ini sampai kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg usai. Dan harga di pasaran kembali normal,” jelasnya

Ari salah seorang petugas PT Bumi Musi Makmur mengatakan bahwa pihaknya membawa tabung gas elpiji sebanyak 500 tabung setiap truk.

“Kami melakukan operasi pasar di dua titik Simpang Lim Pendopo dan Desa Talang Bulang dan setiap truk yang memuat lebih dari 500 lebih tabung gas elpiji dan apabila kurang langsung kita tambah,” jelasnya di selah-selah penjualan gas elpiji. #hab

 

x

Jangan Lewatkan

Heri Amalindo Meresmikan Warung K7

PALI, BP–Dalam menyambut hari jadi Komunitas Tujuh Pilar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang ke 6 tahun, berbagai kegiatan ...