Home / Headline / Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Manajer Waskita Karya

Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Manajer Waskita Karya Tersangka Pelaku Lain Ditangkap

Tersangka FK menjalani pemeriksaan di Mapolresta Palembang, Kamis (7/9).

Palembang, BP–Setelah meringkus tersangka MA (17), anggota Satreskrim Polresta Palembang tetap melakukan pengembangan atas kasus yang menewaskan Manajer K3 Waskita Karya Minggu Baharudin (28) beberapa waktu lalu.

Polisi kembali meringkus tersangka FK (14) yang diduga juga terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap pria yang juga merupakan mantan dosen tersebut, Kamis (7/9) malam.

Namun saat diamankan, remaja ini mengungkap fakta baru yang berbeda dari yang dituturkan MA beberapa hari lalu. FK menyebut semua itu mereka lakukan dengan tujuan untuk merampok.

“Tidak ada uang untuk main warnet, makanya saya ikut melakukan penodongan,” ujar remaja yang tinggal di Jalan Cinde Welan, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang ini saat diamankan di Polresta Palembang.

Menurutnya, setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut,  ia dan MA langsung merampas ponsel milik korban. “Saya tidak tahu berapa HP itu dijual dan saya hanya dapat bagian Rp150.000,” katanya.

Selain itu dirinya juga mengaku satu kali menusuk tubuh korban dengan pisau. “Saya menusuk nya satu kali dan memukulnya pakai batu. Serta yang mengajak saya MA, pisau nya punya Andi,” ujarnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara pelaku dibekuk dari rumahnya setelah petugas melakukan penyelidikan secara intensif.

“Untuk saat ini tersangka ada dua orang dan semuanya masih di bawah umur. Namun saat ini kita masih melakukan pengembangan dalam kasus ini,” ucap Yon singkat sembari menyebut hari ini akan mengekspos hasil ungkap kasus tersebut.

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, tersangka MA mengakui kalau aksi tersebut ia lakukan secara spontan karena mengira korban adalah orang yang sempat ribut dengannya.

Lalu saat bersamaan, korban melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi sehingga pelaku mengira korban adalah musuhnya. “Spontan saya kejar, pepet, terus berhentikan. Lalu saya tusuk dia dengan pisau,” ucap MA beberapa waktu lalu.

Setelah ditusuk satu kali, korban masih sadar dan berupaya melarikan diri meskipun darah bercucuran dari lukanya. Dalam keadaan terjatuh, lalu pelaku kembali menusuk korban hingga berkali-kali yang menyebabkan korban tewas di tempat.

Hingga akhirnya jasad korban yang merupakan warga Jalan Tombak , RT7/2, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning  ini ditemukan dalam kondisi bersimbah darah oleh Satpam Cineplex akibat luka tusuk di bagian belakang tubuhnya. #ris

x

Jangan Lewatkan

Sungai Musi Ditutup Tujuh Jam, Kapal Tongkang Dilarang Melintas

  Palembang, BP–Memasuki tahap pengerjaan girder kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, khususnya di alur tengah Sungai Musi. PT Waskita ...