Home / Hukum / Pesta Pernikahan Dijadikan Arena Judi Dadu Kuncang

Pesta Pernikahan Dijadikan Arena Judi Dadu Kuncang

Dua bandar (tengah) judi dadu kuncang diamankan anggota Polsek Gunung Megang. (foto: bp/nurul)

Muaraenim, BP — Anggota Polsek Gunung Gunung Megang, menangkap Mat Acis (56) dan Mulika (37), diduga Bandar Judi Dadu Kuncang di Dusun III Desa Tanjung Muning, Kecamatan. Gunung Megang, Muaraenim.

Kedua warga Kecamatan Belimbing ini, diamankan petugas bersama peralatan dadu kuncang kedapatan membuka lapak perjudian ditengah-tengah acara pesta pernikahan di desa tersebut, Rabu (6/9) pukul 23.00 WIB. Kini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Gunung Megang guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kedua pelaku berperan sebagai bandar dadu kuncang, ditangkap saat ada pesta pernikahan. Pelaku dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian,” ujar Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Kurniawan dan Kasubang Humas AKP Arsyad, Kamis (7/9).

Dijelaskannya, penangkapan bandar judi dadu kuncang tersebut, berawal polisi yang mendapat informasi dari masyarakat, bahwa kedua pelaku melakukan praktik perjudian bertepatan adanya pesta pernikahan yang sangat meresahkan.

Atas informasi tersebut, pihaknya menurunkan tim dipimpin Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi SH, ke lokasi yang diduga sebagai tempat tersangka menggelar perjudian dadu kuncang.

Setelah dilakukan pengecekan oleh tim yang diturunkan ke lapangan, yang diinformasikan masyarakat memang benar dan langsung dilakukan penggerebekan dengan hasil Mat Acis dan Mulika yang disebut-sebut sebagai bandarnya dapat diamankan.
Selain kedua bandar judi dadu kuncang, kata Iwan, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp1.920.000, 7 buah dadu, 1 buah tabung kuncang, 1 lembar lapak dadu bergambar, 1 lembar lapak tempat duduk warna hijau, 1 lembar kantong kain, 7 buah kayu penyangga lilin sebagai alat penerangan.

“Berdasarkan barang bukti yang diperoleh di TKP, keduanya berperan sebagai bandar dan penguncang  dalam permainan judi dadu kuncang. Keduanya akan diproses secara hukum dengan tuduhan pelanggaran pasal 303 KUHP dan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” kata Iwan.

Sementara itu, tersangka Mat Acis mengakui perbuatanya. “Baru buka satu malam itu sudah di gerebek polisi. Omsetnya tidak besar,” akunya. #nur

x

Jangan Lewatkan

Taksi Senggol Angkot, Sopir Angkot Aniaya Polisi

Palembang, BP–Briptu Robertus Roy Romadhona (30), anggota Satuan Sabhara Polres OKU Selatan menjadi korban penganiayaan dua orang sopir angkot di ...