Home / Headline / Pelajar Dan Mahasiswa Muhammadiyah Kecam Aksi Genosida Etnis Rohingya

Pelajar Dan Mahasiswa Muhammadiyah Kecam Aksi Genosida Etnis Rohingya

Palembang, BP

BP/DUDY OSKANDAR
Puluhan orang yang merupakan gabungan dari keluarga besar Muhammadiyah yang terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, Kamis (7/9) pagi untuk aksi simpatik bela etnis Rohingya.

Puluhan orang yang merupakan gabungan dari keluarga besar Muhammadiyah yang terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, Kamis (7/9) pagi untuk aksi simpatik bela etnis Rohingya.
Koordinator Aksi, Hasan Pratama Putra mengatakan, puluhan massa sengaja mendatangi gedung rakyat untuk menyampaikan aspirasi agar pemerintah bisa ikut membantu menyelesaikan konflik etnis yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya.
“Kami ingin aspirasi ini bisa didengar oleh anggota dewan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat agar kekerasan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya bisa dihentikan,” katanya.
Menurutnya, sudah terjadi aksi Genosida terhadap etnis Rohingya atau dengan kata lain pembantaian secara besar-besaran terhadap suatu etnis dengan tujuan memusnahkan.
“Kita juga berharap pemerintah bisa tegas menyikapi aksi genosida ini dengan mencabut keanggotaan Myanmar dari ASEAN,” harapnya.
Menurutnya, aksi ini harus mendapat perhatian serius, sebab tragedi kemanusian yang dialami kaum Rohingya sudah berlangsug lama dan sudah tidak manusiawi.
“Ini pembantaian besar-besaran dan terus menerus. Jangan bicara kasus Rohinga ini sebagai persoalan agama dan keyakinan,” katanya.
Pihaknya, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi solidaritas kemanusian dan bantuan agar konflik Rohingya segera terselesaikan.
Terpisah, salah satu massa pendemo yang juga siswa kelas XII dari SMK Muhammadiyah 3, M Alif Jamaludin mengatakan, ikut dalam aksi damai merupakan suatu bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan antar umat islam.
“Memang diizinkan oleh guru. Ado 15 kalau yang dari pelajar Muhammadiyah ikut di sini. Selain saya dari SMK Muhammadiyah 3 Plaju, ada juga dari SMK Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 7. Kita tahu umat muslim di sano lagi sakit, dak madaki kito diam bae. Kito dak rela,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Diki SMK Muhammadiya 1 kelas XII yang menyebut, sudah biasa mereka melakukan aksi solidaritas untuk kaum muslim. “Biasonyo kita jugo melakukan penggalangan dana,” kata Diki.
Aksi demo tersebut berjalan lancar dan dalam pengawasan aparat kepolisian. #osk

Baca:  Wartawan Palembang Kecam Polisi Penghina Profesi Jurnalis

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Teken Pengelolaan Dana BOS, Ternyata Segini Gaji Guru Honor

Palembang, BP–Menyusul perubahan aturan Mendikbud Nadiem Makarim tentang pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya alokasi guru Honor boleh mencapai ...