Home / Bisnis / Kain Palembang Menjemput Asian Games

Kain Palembang Menjemput Asian Games

Perajin kain di Tuan Kentang Palembang siap ikut andil dalam perhelatan Asian Games 2018. Para pelaku usaha kecil menengah ini akan memasarkan kain hasil produksi para perajin sebagai pengenalan kain khas yang dimiliki Palembang.

 ASIAN Games semakin dekat saja. Olahraga akbar yang akan digelar Agustus 2018 ini menjadi event yang akan mendatangkan orang dari berbagai negara. Hal ini menjadi peluang, salah satunya bagi para perajin khas Palembang, untuk memperkenalkan kerajinan khas kota pempek ini.

Para perajin di Tuan Kentang saat ini sudah memiliki tempat khusus penjualan yakni Galeri Kain Tuan Kentang, Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Seberang Ulu I. Kawasan ini akan menjadi salah satu tempat yang dikunjungi para pendatang dari berbagai negara. Selagi menunggu giliran pertandingan, Galeri Tuan Kentang jadi salah satu tempat yang bisa dikunjungi.

Salah satunya perajin kain di Tuan Kentang, Udin Abdillah. Usaha pembuatan kain digelutinya bersama sang istri ini merupakan peninggalan orangtua. Ia kembali merintis pada 1984 dengan mengerjakan sendiri. Udin menilai, mengembangkan produksi kain khas Palembang memiliki nilai potensi yang besar.

Keindahan kain tenun tanjung, blongsong dan jumputan Palembang, tidak kalah tersohor dengan songket Palembang. Untuk event Asian Games ini, tak heran jika perajin juga dituntut kreatif agar kain cantik itu diminati banyak orang. “Perajin memang harus lebih kreatif, seperti perpaduan warna dalam satu kain, tanpa menghilangkan motif khas kain Palembang itu sendiri,” ujarnya.

Seperti jumputan. Kain yang memiliki beragam warna dalam satu helai ini mirip warna pelangi. Banyak warna dan cerah. Inilah yang membedakan kain Palembang dengan milik daerah lain, terutama motifnya. Seperti motif bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, cuncung, bintik-bintik.

“Untuk menghasilkan motif tertentu dari bahan putih polos, dimulai dengan mengikat erat bagian-bagian tertentu kemudian mencelup ke dalam pewarna sesuai keinginan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan produksi, ia mengaku tak ingin asal-asalan. Perajin harus tetap memperhatikan keindahan dan kekhasan kain Palembang ini. “Kita akan tambah produksinya, karena di event Asian Games pasti banyak orang yang melihat-lihat dan pastinya membeli. Seperti produksi kain Tenun Tajung saja, dua hari dapat satu lembar dengan panjang 2 meter. Untuk diperbanyak kita siap,” katanya.

Selain memperbanyak produksi kain, perajin juga memanfaatkan limbah kain untuk membuat aksesoris sebagai souvenir atau oleh-oleh. Kain sisa jumputan ataupun kain tenun, dibuat menjadi kalung, bros, dompet, tas, dan lainnya. “Sekarang sudah mulai dibuat, para perajin yang mengerjakan pembuatan kain dan aksesoris menyebar ada disini dan di rumah-rumah mereka, nanti baru dikumpulkan jadi satu,” terangnya.

Perajin tenun saat ini yang kerja sama dengan pihaknya ada 10 orang, sedangkan jumputan 30 orang. Kerajinan kain khas ini memberdayakan ibu rumah tangga. “Saat ini perajinnya didominasi oleh orang tua, anak-anak muda hampir tidak ada. Padahal, menjadi perajin ini bisa semua umur, termasuk anak muda,” katanya. #pitriatiningsih

 

x

Jangan Lewatkan

Sungai Musi Ditutup Tujuh Jam, Kapal Tongkang Dilarang Melintas

  Palembang, BP–Memasuki tahap pengerjaan girder kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, khususnya di alur tengah Sungai Musi. PT Waskita ...