Home / Headline / Polisi Masih Buru Dua Pembunuh Sopir Taksi Online

Polisi Masih Buru Dua Pembunuh Sopir Taksi Online Telah Kantungi Identitas

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Marwoto menunjukkan tiga tersangka pembunuh sopir taksi online kepada media.

Palembang, BP–Dua dari lima komplotan tersangka pembunuh dan perampokan sopir taksi online Edwar Limba (35) masih berkeliaran dan menjadi buronan polisi. Keduanya yakni inisial I dan inisial R.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto berujar, pihaknya telah mengantongi identitas dua tersangka yang masih buron tersebut. Kini Tim Rimau Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel tengah memburu kedua tersangka.

Tiga tersangka yang telah ditangkap yakni Aldo Putra Zainudin alias Yung Yung (32) warga Jalan Kapten Anwar Sastro, Lorong Kulit, nomor 1452, RT28/9, Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang; Ari Sutrisno (32) warga Jalan Papera, Lorong Kulit, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang; serta Adi Putra Simamora (27) alias Ucok warga Jalan Hj Maksum Talang Betutu, RT41, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Baca:  Dipicu Video Pemukulan, Ribuan Pengemudi Online Serbu Monpera

Ketiganya ditangkap pada hari Minggu (27/8) pada jam dan tempat yang berbeda. Tersangka Ari merupakan yang pertama dibekuk jajaran Satreskrim Polres Banyuasin di kediamannya pada pukul 10.00 pagi.

Dari penangkapan Ari dilakukan pengembangan dan ditangkaplah tersangka Ucok yang juga dibekuk di kediamannya. Ditemukan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza warna abu dan barang bukti lainnya seperti senjata pembunuh yang disembunyikan.

Dari dua penangkapan tersebut, diketahuilah posisi tersangka Aldo yang tengah berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan 16 Ilir tepatnya di depan Pasar Raya Bandung, Palembang. Tersangka pun dibekuk.

Agung berujar, motif para tersangka melakukan kejahatan tersebut adalah perampokan yang dilatarbelakangi oleh alasan krisis ekonomi.

“Kejadian ini tidak ada sangkut pautnya dengan unjuk rasa dan sweeping yang dilakukan sopir angkot di hari yang sama. Kebetulan dua peristiwa ini terjadi di waktu yang berdekatan. Bahkan ketiga tersangka tidak ada yang berprofesi sebagai sopir angkot,” ujar Agung saat gelar perkara, Selasa (29/8).

Baca:  Putusan MA Soal Taksi Online Berlaku Efektif 1 November

Diketahui bahwa tersangka Aldo sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik, Ari merupakan sopir truk tronton, serta Ucok merupakan buruh konstruksi harian.

Kronologi kejadian ini pada Senin (21/8), korban Edwar yang merupakan sopit taksi online menerima pesanan dari pelaku dengan tujuan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.

Kemudian di tengah jalan, korban disekap dan diikat dengan tali kawat baja oleh tersangka Ari dari kursi di belakang kemudi sopir. Namun korban mencoba memberontak, sehingga tersangka Aldo yang duduk di samping pengemudi melakukan penusukan hingga korban tewas.

“Dari hasil visum ini luka bacok dan tusukan di tubuh dan di leher. Bahkan pada saat tersangka membacok, korban masih sempat melawan sehingga salah satu bacokan mengenai tangan dari pelaku. Karena itu ada bekas luka di tangan pelaku,” terangnya.

Baca:  Ada Apa dengan Bank Mandiri-Gojek? Saldo GoPay Pelanggan Terancam Dipotong

Korban yang sudah tewas kemudian dibuang di Sembawa, Kabupaten Banyuasin sedangkan mobilnya dibawa dan disembunyikan di dekat rumah Ucok.

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni tas ransel korban, mobil, baju dan celana korban, jam tangan serta ikat pinggang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin, AKBP Andre Sudarmadi mengatakan pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan menenggelamkan seperti pisau panjang, pisau pendek, alas kaki dan beberapa barang bukti lainnya di kolam pemancingan sedalam delapan meter. Tapi, dari keterangan Ucok pihaknya mencari barang bukti tersebut dengan menyelam.

“Ucok ini yang mengetahui seluk beluk wilayah di Talang Betutu. Dia yang berusaha menghilangkan barang bukti ini. Tapi kami berhasil menemukannya lagi,” jelasnya. Oidz

x

Jangan Lewatkan

Napi Kasus Pembunuhan Meninggal Dunia

Lubuklinggau, BP–Diduga karena serangan jantung, Nasip (35), narapidana kasus pembunuhan yang kini mendekam di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau meninggal ...