Home / Sumsel / Lubuklinggau / Aktivis Mahasiswa Galang Dana untuk Rohingya

Aktivis Mahasiswa Galang Dana untuk Rohingya

Aktivis PMII Kota Lubuklinggau menggelar aksi penggalangan dana Rohingya di simpang tiga RCA.

Lubuklinggau, BP — Aksi bentuk kepeduliaan terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya di Myanmar terus mengalir. Di Lubuklinggau, pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kemarin (5/9) melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik jalan di Lubuklinggau, termasuk ditempat keramaian.

“Jadi kami sebagai mahasiswa, tentunya kami memberikan dukungan kepada rohingya, bagaimana kita akan memberikan bantuan berupa logistik nantinya, akan disalurkan ke rohingya,” kata Ketua cabang PMII Lubuklinggau, Rahmat Imanto.

Baca:  Umat Islam dan Budha Sumsel Kutuk Kekerasan Terhadap Etnis Rohingnya

Menurutnya, aksi tersebut rencananya berlangsung dua hari dimulai kemarin diempat titik diwilayah Lubuklinggau. Yakni disimpang RCA, simpang empat Kenanga, dipasar satelit dan pasar Inpres Mambo.

Selain itu, aksi kepeduliaan terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami warga rohingya di Myanmar tidak hanya dilakukan dijalan. PMII Lubuklinggau juga mencari donatur-donatur lain, termasuk akan terjun langsung kepada masyarakat NU untuk menawarkan diri apabila akan memberikan bantuan.

“Target kita cari sebanyak-banyaknya,” tegas Rahmat.

Pihaknya mengaku akan menyalurkan dana yang sudah terkumpul langsung kepada warga Rohingya. “Kita sudah konfirmasi ke pengurus pusat yang nantinya dana dicabang-cabang masing-masing itu disatukan dipusat dan akan disalurkan langsug kesana, karena ada relawan kita dari PMII yang di rohingya,” bebernya.

Baca:  Umat Buddha Sumsel Kecam Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya

Sementara Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lubuklinggau, Rudi Setiono mengatakan pihaknya telah mengeluarkan sejumlah poin terkait tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya.

Poin tersebut diantaranya mengimbau pemerintah Indonesia menjadi inisiator, menekan Myanmar lebih keras bersama-sama negara Asean untuk menghentikan tragedi kemanusiaaan tersebut. Mengajak seluruh anggota Asean, segera melaksanakan sidang khusus untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan Asean.

Baca:  Walikota Palembang Prihatin Dengan Nasib Warga Rohingya

Lalu mengundang kepala pemerintahan, kepala negara dan siapa saja yang terlibat terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar untuk belajar toleransi tenggang rasa dan kerukunan ke Indonesia, khususnya ke FKUB Lubuklinggau.

FKUB juga mengajak seluruh umat beragama di Indonesia khususnya di Lubuklinggau untuk bersama-sama menyatakan dan menggalang aksi solidaritas kepada tragedi kemanusiaan serta mengutuk keras kebiadaban terhadap Rohingya.

Disamping itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu isu yang memecah belah persatuan dan kerukunan umat di Lubuklinggau karena adanya tragedi kemanusiaan di Rohingya. #kur

 

x

Jangan Lewatkan

Duo Begal Babak Belur Dihajar Massa

Lubuklinggau, BP Dua pelaku yang diduga spesialis curat, pencurian dengan pemberatan, babak belur dan nyaris tewas dibakar massa. Keduanya adalah ...