Home / Headline / Pelatih Sriwijaya FC Harus Tegas

Pelatih Sriwijaya FC Harus Tegas Indra atau Zalnando

Palembang, BP–Wing bek Marco Sandy tipikal pemain menyerang, bak winger. Di sisi lain, lapangan tempat ia bermain kerapkali menjadi bocor.

 

Hal itu telah disadari Pelatih Kepala SFC Hartono Ruslan, Selasa (5/9). Itu juga salah satu evaluasi dari jajaran pelatih di lini pertahanan Laskar Wong Kito saat melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (4/9).

 

Tapi, sebagai pelatih yang sudah cukup lama di Laskar Wong Kito, hal ini bukan hal yang baru diketahui sang arsitek.

 

Hartono tentu sudah tahu betul kualitas dari setiap anak asuhnya, termasuk Marco Sandy. Oleh sebab itulah, publik menunggu apa yang akan dilakukan Hartono di laga berikutnya.

 

Tetap akan mempercayakan posisi wing bek pada Marco Sandy atau menurunkan Indra Sandy, atau jika kondisi fit mempercayakannya posisi wing bek pada Zalnando, karena memang tugas utama pemain bertahan menjaga pertahanan bukan menyerang.

 

“Kita akan fokus pada pertahanan, evaluasi kita pada lini belakang,” tegasnya.

 

Tak hanya Marco saja, seluruh pemain bertahan juga akan mendapatkan ‘peringatan’ keras. Barisan belakang harus lebih kompak lagi.

 

Pemain belakang harus bermain penuh konsentrasi dan tidak terpaku pada bola. Pemain harus mengawal ketat pemain lawan, bukan terfokus pada bola.

 

Gol perdana Persib Bandung yang dicetak Ezechiel Ndouassel berawal dari man to man marking yang lemah pada Matsunaga.

 

Meski enggan menyebut Marco lengah dalam mengawal Matsunaga, tapi jelas terlihat jika mantan pemain Gresik United ini berdiri bebas tanpa pengawalan.

 

Pemain asal Papua itu sadar betul akan hal itu dan sempat tertangkap kamera meminta maaf pada pelatih dan rekan-rekannya di bangku cadangan.

 

“Tapi bukan berarti lini depan sudah bagus, karena kita cuma bisa cetak satu gol,” ucapnya.

 

Alberto Goncalves tidak mendapatkan suplay bola yang cukup memanjakannya. Bomber asal Brasil ini harus beberapa kali jemput bola dan coba menciptakan peluangnya sendiri.

 

Berbeda dengan lini belakang SFC, pertahanan Persib Bandung melakukan pengawalan super ketat pada Hilton, Tije dan Nur Iskandar.

 

Hal itu membuat permainan SFC tidak bisa berkembang. Beto tak mendapatkan umpan matang dan gagal mencetak gol.

 

“Kita harus memperbaiki itu, kita punya waktu selama dua hari untuk berbenah,” ujarnya.

 

Setelah ini, anak asuhnya akan menghadapi Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (10/9). Dua titik lemah Laskar Wong Kito itu harus diperbaiki selama dua hari waktu yang tersisa.

 

“Lini depan harus lebih tajam dan lini belakang harus membangun pertahanan yang lebih kokoh,” ucapnya. #zal

x

Jangan Lewatkan

Muba Jadi Kabupaten Potensial Indeks Tertinggi

Sekayu, BP–Percepatan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian banyak mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Kini Bumi Serasan Sekate bakal ...