Home / Headline / Laporan Tim Kajian Cagar Budaya Pasar Cinde, Minggu Ini Keluar

Laporan Tim Kajian Cagar Budaya Pasar Cinde, Minggu Ini Keluar

BP/DUDY OSKANDAR
Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) asal Dapil II Kota Palembang menggelar pertemuan dengan pihak PD Pasar, PT Magna Beatum selaku pihaknya melakukan revitalisasi Pasar Cinde yang dilakukan melalui sistem BOT di kantor PD Pasar Palembang Jaya, Selasa (5/9).
Pembongkaran Pasar Cinde Tunggu Hasil

Palembang, BP

 

Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) asal Dapil II Kota Palembang menggelar pertemuan dengan pihak PD Pasar, PT Magna Beatum selaku pihaknya melakukan revitalisasi Pasar Cinde yang dilakukan melalui sistem BOT.
DPRD Sumsel meminta, pihak PT Magna Beatum taat pada aturan ada dalam merevitalisasi Pasar Cinde tersebut.
. “Terutama pedagang, jadi kita ingin memastikan seluruh pedagang yang existing di Pasar Cinde nantinya mendapat tempat dan PD Pasar Palembang Jaya mendapat kontribusi dari pembangunan pasar itu,” kata Koordinator Dapil II, Dr H Budiarto Marsul, usai pertemuan di kantor PD Pasar Palembang Jaya, Selasa (5/9).
Pertemuan dilakukan dalam rangkaian reses tahap II tahun 2017 yang digelar pada 4 hingga 9 September 2017.
Saat reses, Budiarto didampingi anggota Dapil II yakni Drs HM Husni Thamrin, MM; Ir H Zulfikri Kadir; H Ardhani Awam, SH; H Imam Mansyur, Lc; H Fahlevi Maizano, SH, MH; dan M Yansuri.
Rombongan diterima Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu didampingi Direktur Operasional Febrianto dan sejumlah staf. Turut hadir dari pihak PT Magna Beatum (grup Aldiron Hero) sebagai pengembang.
Budiarto menegaskan, BOT Pasar Cinde harus bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel.
Dalam pertemuan, terungkap masih adanya perbedaan data jumlah pedagang yang bakal ditampung di gedung baru, antara pihak pengembang dan PD Pasar Palembang Jaya. Terkait hal ini, Febrianto menjelaskan, ada pedagang yang memiliki kios dengan surat menyurat lengkap namun kios mereka tutup sehingga tidak terdata tim dari pengembang.
“Tapi secara yuridis mereka punya surat-suratnya,” tukas Febri. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga diketahui belum dipastikannya peran dan posisi PD Pasar Palembang Jaya dalam BOT Pasar Cinde, apakah bisa berperan sebagai pengelola atau hanya mendapat kontribusi. Untuk masalah ini, anggota Dapil II, Fahlevi Maizano menyatakan, pihak pengembang harus duduk bersama Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang membahas soal pengelolaan.
“Setelah itu dibuat aturan tertulisnya, jadi jangan ada yang dirugikan dari BOT ini,” kata Fahlevi.
Sementara, mengenai perkembangan revitalisasi Pasar Cinde, dijelaskan, saat ini baru proses lelang pembongkaran bangunan lama.
Untuk tempat penampungan sementara bagi pedagang telah disiapkan.
Kepala Cabang PT Magna Beatum Ir Raimar Yousnaidi mengatakan, kalau pihaknya masih menunggu hasil tim kajian cagar budaya dan belum melakukan pembongkaran Pasar Cinde kecuali pembersihan di dalam Pasar Cinde.
“Kita masih menunggu tim kajian cagar budayaartinya , kita ikuti aturan semua, tim kajian sudah berkerja , tinggal laporan, mereka berkerja awal Juli sampai 25 Juli mereka berkerja tinggal proses pelaporan ini sangat penting,” katanya.
Untuk pembongkaran Pasar Cinde menurutnya, akan disesuaikan karena pihanya berkerja efektif saat kondisi lahan kondisi ,” Kita hanya menyesuaikan irama peraturan yang ada, pesan dari DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel kita jangan melanggar aturan .
Nantinya menurutnya, untuk pasar Cinde pihaknya akan melakukan adaptasi bangunan dengan direncanakan akan dibangun hotel .
“ Nanti kita akan adakan ruang galeri, poto-poto, kita sudah dokumentasikan masalah Cinde , lengkap, kita juga adakan studio untuk mengenang pasar Cinde yang lalu, dan itu yang berkerja ahlinya bukan kita, ahli arkeologi, pelestarian mereka kerja dan scanner 3G ahli yang lakukan dan kita ikuti semua , kita ikuti aturan ,” katanya sembari mengatakan kalau revitalisasi pasar Cinde tidak terkejar selesai di Asian Games 2018.
Mengenai, pembongkaran pasar Cinde menurutnya akan disesuaikan dengan hasil kajian tim arkeologi yang masih berkerja hingga ini.
“Dipertahankan pasti, pertama kita ingin mengenang masa lalu, beberapa kejadian seperti di Makasar kita lihat, itu hanya tulisannya pasar itu 1917 dibangun, itu aja, itu cagar budaya, banyak-banyak , kalau mau lihat bangunan cagar budaya yang di adaptasi banyak ,” katanya.
Mengenai tiang cendawan di Pasar Cinde menurutnya, kalau seluruhnya dipertahankan tidak mungkin karena untuk masuk alat dalam Pasar Cinde tidak mungkin karena ukuran alat 7 M X 13 M dan tinggi alat 22 M.
“Kita punya konsep pasar depanlah , nanti kita lihat, kita akan kombinasikan antara faktor pelestarian, bisnis , pemanfaatan, yang jelas bangunan Pasar Cinde sekarang sangat membahayakan sekali ,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga cagar budaya Pasar Cinde, pihaknya ada tim dokumentasi dari arkeolog, ada tim scanner dan ada galeri untuk mengenang Pasar Cinde da nada studionya.
“ Pasar depannya akan kita pertahankan , “ katanya sembari mengatakan kalau Pasar Cinde akan dibangun 12 lantai sesuai kebutuhan.
Dan Oktober ini menurutnya, akan segera memulai merevitalisasi Pasar Cinde,” Kita taat aturanlah,” katanya.
Mengenai pedagang Pasar Cinde yang sudah di relokasi menurutnya, pengamanannya diserahkan PD Pasar.
Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu mengatakan, kalau bagian belakang Pasar Cinde di utamakan untuk di bongkar.
“Untuk tiang cendawan nanti dibongkar atau tidak menunggu hasil kajian tim cagar budaya, pembongkaran secara utuh belum,” katanya.
“Hasil kajian tim cagar budaya dalam minggu ini sudah keluar. Kajiannya sudah lama, ini kajian tim dari luar itu , dari Jambi, Sulawesi, Yogyakarta, ini dari nasional , belum ada rekomenasikan, untuk pembongkaran dilakukan di belakang Pasar Cinde yang tidak ada terkait tiang cendawan, “ katanya.#osk

Baca:  Bukit Siguntang dan BKB Belum Jadi Cagar Budaya

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

4 Tersangka Korupsi Tugu Tapal Batas Banyuasin-Palembang Ditahan

Palembang, BP Empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi tugu tapal batas Palembang-Banyuasin ditahan kejaksaan negeri (Kejari) Palembang, Rabu (17/7). Penahanan ...