Home / Headline / Sekda Sumsel Paparkan Progres Pencegahan Karhutla

Sekda Sumsel Paparkan Progres Pencegahan Karhutla di Depan Menteri PUPR

 

Jakarta, BP–Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar memaparkan progres pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kegiatan utama restorasi gambut di Sumsel di hadapan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Senin (4/9).

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengarahkan, lahan gambut harus dipelihara dengan baik dan berhati-hati. Diibaratkan Basuki, pemeliharaan lahan gambut seperti merawat bayi yang harus dilakukan dengan penuh kasih sayang.

“Memelihara rawa dan lahan yang bergambut seperti merawat bayi yang harus penuh kasih sayang. Selain itu perencanaan juga harus matang,” ujar Basuki saat memimpin rapat tim pengarah teknis Badan Restorasi Gambut.

Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar menjelaskan, pada 2015 karhutla di wilayah Sumsel seluas 736 ribu hektar, pada 2016 seluas 998 hektar turun 99,87 persen dan di 2017 sampai 31 Agustus 2017 operasi udara untuk pemadaman hotspot telah dilakukan bombing 3.353 kali sortir dengan 166 kali penerbangan dan jumlah air yang ditebar sebanyak 9.806 ton.

Baca:  Jaringan Teroris Poros Solo-Sumsel Dipatahkan

“Helikopter yang digunakan berasal dari BNPB, satu unit helikopter M17, satu unit helikopter M8, helikopter Bolkow satu unit dan helikoter Cassa 212 unit dari TNI AU,” jelas Nasrun.

Ia menambahkan, prioritas utama kegiatan restorasi adalah pencegahan karhutla. Diawali dengan pemetaan kawasan rawan karhutla skala 1:50.000 dan menetapkan 171 Desa Peduli Api (DPA), termasuk di dalamnya 51 Desa Peduli Gambut (DPG) dari BRG, 51 Desa Makmur Peduli Api dari Perusahaan HTI, dan 35 Kelompok Tani Peduli API (KTPA) dari perkebunan kelapa sawit, serta lima Desa Sawit Tanggap Api (DSTA) dari IDH.

Baca:  Gubernur Ajak 7 Bupati dan Wabup di Sumsel Kompak

Selain itu, sambung dia, telah dilakukan evaluasi terhadap 45 perusahaan. Evaluasi lapangan yang terdiri dari sembilan perusahaan HTI dan 36 perusahaan perkebunan dengan kriteria, 20 perusahaan dapat dikategorikan sangat baik (44 persen), 12 perusahaan dikategorikan baik (27 persen), sembilan perusahaan dikategorikan cukup (20 persen), empat perusahaan dikategorikan kurang (9 persen) dan tidak ada perusahaan yang dikategorikan sangat kurang (0 persen).

Ditambahkan Nasrun, siaga darurat asap telah dimulai 1 Februari 2017 dengan dukungan 252 unit posko 4.719 orang Satgas di lapangan, dukungan dari perusahaan HTI 1 unit camera thermal dan pada kawasan konsesi dibangun 167 titik kanal blok dan 341 lokasi embung.

Baca:  Isi Kemerdekaan Dengan Perilaku Positif

Sebelumnya, Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia Nazir Foead melaporkan melalui Perpres 1/2016, BRG diberi mandat untuk melaksanakan tugas koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan restorasi gambut seluas 2 juta hektar di 7 provinsi, yaitu Sumsel, Jambi, Riau, Kalbar, Kalsel, Kalteng, dan Papua. Dalam melaksanakan tugas, BRG menyusun dokumen perencanaan bernama Rencana Restorasi Ekosistem Gambut (RREG).

“Karena alasan kebutuhan yang mendesak, maka khusus dokumen RREG tahun 2017 diganti dengan Rencana Kontingensi Restorasi Ekosistem Gambut sebagai dasar pelaksanaan restorasi gambut Tahun 2017,” pungkas Nazir. #rio

 

 

x

Jangan Lewatkan

Polda Endus Ladang Ganja Lain

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan 335 butir ekstasi dan 86,34 gram sabu hasil ungkap dua perkara dengan tiga ...