Home / Pemerintahan / Pembangunan Harus Dimulai dari SDM yang Berbudaya

Pembangunan Harus Dimulai dari SDM yang Berbudaya

Sidang Pleno Lembaga Pengkajian MPR RI

Maruarar Sirait

Jakarta, BP

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan menegaskan, membangun Indonesia harus dimulai dari pembangunan manusia melalui pendidikan dan budaya sebagaimana diamanatkan dalam UUD 45 pasal 31 dan 32.
“Saya sangat setuju dan kagum mendengar penjelasan Presiden ke 3 BJ Habibie yang menyebutkan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dibangun terlebih dulu untuk melahirkan manusia terampil. SDM yang berbudaya serta memiliki keterampilan di bidang teknologi sangat penting dan  harus dikembangkan karena Indonesia tidak bisa lagi tergantung pada sumber daya alam yang suatu saat akan habis,” ujar Maruarar di Gedung GBHN MPR RI Jakarta, Selasa (22/), usai mengikuti acara  Sidang Pleno ke 28 Lembaga Pengkajian MPR bertajuk Proses Transformasi Pembelajaran Karakter Bangsa dengan  narasumber Presiden ke 3  BJ Habibie.
 
Menurut Maruarar, bumi Indonesia cukup luas yang terdiri ribuan pulau, suku, bahasa dan berbagai agama. Untuk menjangkau daerah tersebut diperlukan pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan dan bandara sehingga  dapat  menjangkau hingga ke pelosok.   
“Teknologi penerbangan mungkin salah satu sarana transportasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan di tanah air. Pembangunan teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai  Pancasila, NKRI, UUD45 dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Rektor UKI tersebut.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan, bangsa Indonesia digagas dan didirikan oleh para terpelajar dan cendekia  berkarakter mulai  1901 yang dilakukan gerakan  Jamiatulkhair,  Budi Oetomo tahun 1908 dan Sumpah Pemuda tahun 1928.
Dia menambahkan, keterlibatan p pelajar  merintis kemerdekaan Indonesia, menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan cara  tepat  mencapai kemajuan.  Karena pendidikan merupakan salah satu hak azazi manusia.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR R Hidayat Nur Wahid saat memberikan sambutan pada sidang pleno ke 28 lembaga pengkajian MPR. Acara tersebut berlangsung di Ruang GBHN, Selasa (22/8). Sidang pleno dengan  tema Proses Transformasi Pembelajaran Karakter Bangsa itu menghadirkan nara sumber Presiden ke 3 Prof. BJ. Habibie. Ikut hadir dalam acara tersebut pakar pendidikan Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd dan menteri pendidikan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP
Dikatakan, pendidikan dalam amanat UUD NRI tahun 1945 adalah pendidikan yang mempererat tali persatuan,  mencerdaskan dan  ikut  membangun karakter bangsa Indonesia. Bukan pendidikan yang malah menyebabkan polemik serta perpecahan. #duk
x

Jangan Lewatkan

Dinas PTSP se-Sumsel Diminta Gunakan KSWP

Palembang, BP Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rakor Penyelenggaraan Dekonsentrasi Koordinasi dan ...