Home / Sumsel / Banyuasin / Air Ledeng Mengalir Senin Kamis, Ribuan Warga Talang Kelapa Nunggak Bayar Tagihan

Air Ledeng Mengalir Senin Kamis, Ribuan Warga Talang Kelapa Nunggak Bayar Tagihan

Tandon pengolahan air PDAm Titta Betuah yang hampir jebol.

Banyuasin, BP

Warga Kecanatan Takang Kelapa Banyuasin mengeluhkan air PDAM yang jarang mengalir, sementara tagihan harus tetap dibayar.
Sperti yang dikatakan Suparman Warga Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa,  saat musim kemarau sekarang ini, sumur kering hujan jarang PDAM harusnya bisa diandalkan. “Sayangnya air ledeng hidup senin kamis, kadang seminggu sekali,” katanya.
Kendati demikian, warha masih wajib membayar tagihan seperti biasa, malahan bisa jadi lebih besar dari tagihan sebelumnya. “Serbah salah, kalau nunggak bisa dicabut, tali air ledeng tidak berair, hanya berisi angin yabg memutar meteran hingga tagihan membengkak,” katanya.
Disisi lain  pembayaran tagihan PDAM di kecamatan Talang Kelapa macet, belasan ribu pelanggan menunggak bayar tagihan hingga tiga bulan lebih.
Kepala Cabang PDAM Tirta Betuah Weni Oktadian mengatakan, saat ini jumlah pelanggan sambungan rakyat (SR) di wilayahnya tercatat 4.700 SR.
“Dari 4.700 itu sekira 35 persennya atau 1.645 pelanggan nunggak bayar tagihan,” jelasnya.
Kalau dirupiahkan, kurang lebih Rp296 juta uang PDAM yang masih nyangkut di masyarakat. “Sesuai prosedurnya, kalau nunggak hingga tiga bulan, kami bisa melakukan tindakan pemutusan. Tapi, sebelum itu kami terlebih dahulu melakukan klarifikasi kepada pelanggan,” katanya.
Dia melanjutkan banyaknya tunggakan tersebut berpengaruh pada pendapatan PDAM, tapi untuk oprasional distribusi air tidak terganggu. “Kalau untuk pendistribusian air tetap dilakukan optimal,” katanya.
Namun dia mengakui, saat ini pendistribusian PDAM tidak bisa optimal. Air bersih yang disalurkan ke masyarakat hanya bisa hidup tiga kali sehari, itu pun hanya berlangsung sekira lima jam. “Ini terjadi karena debit air di Sungai Musi kawasan Semuntul rendah, akibat kemarau,” katanya.
Kalau dalam kondisi sungai normal biasanya dalam waktu satu jam bisa mengisi dua unit tandon 500 kubik untuk diolah. Tapi saat ini butuh waktu lebih dari tiga jam untuk memenuhi dua tandon air itu. “Akibatnya distribusi air bersih ke warga tersendat, kami kuga harus mengalokasikan banyak biaya listrik untuk itu,” katanya.
Masalah lain yang dihadapi, seringnya pemadaman listrik membuat alat PDAM tidak bisa beroprasi. Kemudian bangunan Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah Cabang Talang Kelapa nyaris ambruk, pasalnya kondisi bangunan mengalami kemiringan dan beberapa bagian bangunan sudah keropos, dikhawatirkan jika tidak segera diperbaiki retribusi air ke konsumen akan terhambat.
“Memang bangunan pengolahan baku mutu air ini sudah lama dibangun sejak tahun 2007 lalu, sedangkan aktivitas retribusi air ke konsumen dilakukan setiap hari, sehingga bangunan tersebut perlu dilakukan perbaikan secara permanen,” katanya.

Lebih Lanjut Welly mengatakan, saat ini tim PDAM pusat masih melakukan pemeriksaan ke lokasi tersebut, nanti pihaknya masih menunggu hasil dari tim tersebut.

“Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan, namun kami sudah mengajukan perbaikan bangunan tersebut beberapa waktu lalu. Insallah dalam waktu dekat persoalan tersebut dapat diatasi dengan cepat, agar tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat,” Kata pria bertubuh tambun ini.

Terpisah, Zainal Lubis selaku Kasi Perancangan PDAM Tirta Betuah mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi, dan dilihat secara kasatmata perlu segera dilakukan perbaikan, menimbang aspek pelayanan masyarakat.

“PDAM dalam hal ini sebagai pelayanan masyarakat, jika nantinya bangunan tersebut dilakukan perbaikan, maka akan dilakukan seefisien mungkin, agar retribusi air ke konsumen tidak terhambat. Untuk itu pembenahan dilakukan dari yang urgen secara bertahap, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” katanya.

Selain dari pada itu, lanjut Zainal Lubis, menimbang pelayanan masyarakat juga faktor Pendapatan Asli Daerah (PAD).#mew

x

Jangan Lewatkan

Ingin Jadi Karyawan Ale-ale, 6 Pencaker Ditipu Puluhan Juta

Foto: Mewan Haqulana Banyuasin, BP–Niat hati ingin mendapat gaji bulanan dengan menjadi karyawan PT Alam Perkasa Lestari (APL), produsen minuman ...