Home / Headline / Gubernur Alex Noerdin Buka Festival Sriwijaya

Gubernur Alex Noerdin Buka Festival Sriwijaya

# Sumsel Dapat Dikenal Dunia
   Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin membuka langsung Festival Sriwijaya 2017 yang digelar di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa (22/8) malam. Acara yang dijadwalkan akan berlangaung hingga 27 Agustus ini berlangsung dengan meriah.
Alunan musik etnik khas Palembang dan kilatan lampu warna warni membuat suasana Festival Sriwijaya di Pelataran BKB kian semarak. Beberapa penari dengan lincah tampil di atas panggung, baik modern dance maupun tarian adat.
Sorak ramai masyarakat Sumatera Selatan yang datang begitu antusias menyaksikan penampilan kesenian satu per satu. Apalagi salah satu seniman Palembang, Vebri Al Lintani, membacakan beberapa syair lisan dan pantun yang memukau masyarakat.
Selain itu juga, tiga desainer lokal asal Sumsel pun menampilkan karya terbaiknya lewat fashion show yang diperagakan model dengan kostum etnik yang elegan.
Orang nomor satu di Sumsel ini mengatakan, Festival Sriwijaya menjadi cara untuk membuat Sumsel bisa dikenal secara mendunia. Layaknya kisah nenek moyang dari Kerajaaan Sriwijaya dahulu.
“Kendati tidak mengagungkan kejayaan masa lalu namun sekarang semua harus bersama mengembalikan kebesaran Sumatera Selatan lebih baik di mata dunia,” ungkap Alex dalam sambutannya.
Salah satunya, lanjut mantan Bupati Muba dua periode ini, dengan terpilihanya Palembang bersama Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga bagi masyarakat Sumatera Selatan.
“Inilah yang harus diwujudkan dalam waktu dekat, sisa 361 hari menuju perhelatan akbar event olahraga besar. Dimana semua masyarakat harua ikut mensukseskannya,” tutur Alex.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gede Pitana mengatakan, Festival Sriwijaya ini merupakan festival paling tua kedua di Indonesia.
“Saya benar-benar bangga dengan konsistensi festival ini yang ujungnya akan memajukan pariwisata,” ungkap dia.
Menurutnya, adanya festival bisa memperkenalkan destinasi dan ikon untuk memperkenalkan wistawan langsung. Selain itu dapat juga memotivasi masyarakat lokal.
“Sebuah festival akan mampu menggairahkan kesenian lokal sebagai modal dasar kepariwisataan. Kita bisa melihat begitu banyak kota dan negara tidak punya apa-apa tapi sangat terkenal karena konsisten memperkenalkan festival,” pungkasnya. #adv
x

Jangan Lewatkan

Sungai Musi Ditutup Tujuh Jam, Kapal Tongkang Dilarang Melintas

  Palembang, BP–Memasuki tahap pengerjaan girder kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, khususnya di alur tengah Sungai Musi. PT Waskita ...