Parkir Pedesterian Sudirman Digratiskan

125
Palembang, BP
Parkir wisata pedesterian Jalan Sudirman mulai Jumat dan Sabtu malam ini digratiskan oleh Pemerintah Kota Palembang. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus menjawab laporan masyarakat terkait penarikan tarif parkir yang tak sesuai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Kurniawan mengatakan, perparkiran kawasan wisata pedesterian Sudirman yang ditempatkan di kawasan Kolonel Atmo, digratiskan, khususnya bagi para wisatawan. “Untuk wisatawan Pedesterian Sudirman semuanya gratis parkir,” katanya usai Launching Parkir Gratis Wisata Pedesterian Sudirman, Jumat (11/8).
Ia mengatakan, penggratisan parkir tersebut ditetapkan selama pentas seni di pedesterian Sudirman berlangsung. Setelah itu parkir kembali pada tarif awal berdasarkan Perda No 11 tahun 2016, tarif parkir motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000.
“Kita gratiskan selama wisata pedesterian Sudirman berlangsung, sebab selama ini dikeluhkan oleh wisatawan soal oknum yang narik tarif parkir tak sesuai. Selain itu untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan dengan digratiskan,” jelasnya.
Ia meyakini, meskipun digratiskan, kendaraan akan dijaga oleh jukir dengan aman. Pihaknya pun akan mendampingi ke lapangan, dan akan melakukan evaluasi. “Kita coba dulu gratiskan, kendalanya apa di lapangan akan dievaluasi,” ujarnya.
Dengan digratiskannya parkir tersebut, ia menilai tidak akan merugikan pendapatan asli daerah (PAD) ataupun juruparkir (jukir). Sebab, menurutnya, hal itu tidak akan mengurangi jumlah setoran jukir di kawasan itu.
“Jika mereka tidak menarik uang parkir, mereka tidak mesti menyetorkan retribusi parkir. Kedepan para jukir di pedesterian pun akan dibedakan dengan diberi seragam khusus,” tukasnya.
Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, dengan di-launching-nya parkir gratis ini diharapkan masyarakat yang berkunjung di kawasan Sudirman merasa nyaman, tidak dibebani dengan tarif parkir yang dipungut sembarangan oleh oknum Jukir.
“Jadi parkir di sepanjang pedestrian Sudirman pada Jumat malam dan Sabtu malam itu digratiskan. Ini sebagai bentuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Palembang. Tapi bukan itu saja, ini juga mengingat yang datang di sana bukan hanya warga lokal tapi juga warga luar,” ujarnya.
Menurut Harno, insentif para jukir ke depan akan dibahas kembali dengan mendengarkan keluhan dari para jukir jika ini sudah mulai berjalan. “Kita terapkan dulu, lihat saja nanti tentu akan ada pertimbangan bagaimana baiknya. Mengenai retribusi, itu tidak jadi masalah sebab terlalu kecil kalau berbicara PAD demi kenyamanan masyarakat Palembang,” ujarnya.
Ketua Yayasan Keluarga Jukir Palembang Alex Pandawa Lima mengatakan, para jukir mendukung menggratiskan parkir wisata pedesterian Sudirman. Bahkan, menurutnya, dengan digratiskannya kawasan itu, para jukir siap merugi. Dikatakannya, jukir yang ada di kawasan Cinde hingga Martabak Har ada 40 jukir.
“Dengan digratiskannya kawasan itu kita siap merugi, asal program pemerintah berjalan. Biasanya dalam semalam dapat Rp40 ribu – Rp50 ribu per jukir,” katanya. #pit