UIN Klaim Penganiayaan Mahasiswa di Luar PBAK

135
ilustrasi

Palembang, BP

Aksi penganiayaan mahasiswa yang berujung luka parah atas korban Eza Tri Andy salah satu mahasiswa UIN menderita luka tusuk dan 10 mahasiswa yang diamankan oleh Polresta Palembang, pihak Rektorat UIN Raden Fatah Palembang mengklaim bahwa anarkisme tersebut diluar dari kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru.
Pasalnya, UIN mencermati bahwa kejadian yang terjadi pada Rabu (8/8) sore setelah apel penutupan PBAK dan siangnya. Artinya hal tersebut tak kemudian menjadi tanggung jawab pihak kampus.
Pihak Kampus menyayangkan dengan aksi kejadian yang mencoreng nama kampus dan mahasiswa. Apalagi, pagi hari sebelum kejadian ribuan mahasiswa baru mendapatkan materi yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK M Syarief dan hari sebelumnya diisi oleh Kapolda Sumsel Irjend Pol Agung Budi Maryoto mewakili Kapolri Jendral Tito Karnavian.
Oleh karena itu, pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum mahasiswa yang melakukan penusukan yang terjadi usai apel sore kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Selasa kemarin.
“Kasus ini sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian, yang jelas kita akan berikan sanksi sebagaimana aturan kampus dan terancam diberhentikan,”ujar Wakil Rektor III, UIN Raden Fatah Palembang, Rina Antasari, Rabu (9/8).
Kendati demikian, Rina belum bisa menjelaskan kronologis yang tepat atas kejadian yang disayangkan oleh semua pihak tersebut. Namun, menurut Rina ada 10 orang mahasiswa yang dibawa ke Polresta Palembang untuk dimintai keterangan.
“Sanksi hingga saat ini belum kita berikan, kita lihat dulu siapa saja yang terlibat dan apa motifnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Ekskutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Fatah Palembang, Agus Suherman Tanjung mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapat kejadian penganiayaan yang berujung pada penusukan diduga karena asmara.
“Yang kita dengar karena asmara, kemudian ribut antara individu tapi terbawa para kelompok mahasiswa sehingga terjadi hal tersebut,”terangnya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang tak dibenarkan karena sudah mencoreng nama mahasiswa dan kampus. Sebagai pimpinan mahasiswa, ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus ditangani oleh pihak Polresta Palembang. #sug