Penutupan Hotel Ibis Palembang Diproses

57
Deadline Sepekan ke Depan
Rapat gabungan Komisi I, II dan III DPRD Kota Palembang, Dinas PUPR, Dishub, DLHK, BPMPTSP, Satpol PP, camat dan lurah untuk mengeksekusi penutupan sementara Hotel Ibis milik Thamrin Group, Selasa (8/8).

Palembang, BP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang tak main-main lagi. Pasalnya, pihaknya memberikan waktu satu minggu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melengkapi syarat administrasi proses penutupan pembangunan Hotel Ibis Jalan Letkol Iskandar.
Hal tersebut diungkapkan dalam rapat gabungan Komisi I, II dan III, Dinas PUPR, Dishub, DLHK, BPMPTSP, Satpol PP, camat dan lurah untuk mengeksekusi penutupan sementara Hotel Ibis milik Thamrin Group, Selasa (8/8).
Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, Chandra Darmawan, mengatakan, pembangunan Hotel Ibis ini melakukan kesalahan fatal. Sebab, setelah dilakukan rapat dan pengecekan ke masing-masing lembaga yang mengurus perizinan, tidak ada sinkronisasi antara izin yang satu dengan izin lainnya.
Ia mengatakan, data pendukung proses pengajuan permohonan IMB pembangunan Hotel Ibis dari awal hingga izin dikeluarkan tidak sesuai. Izin pembangunan Hotel Ibis ini yang seharusnya dikeluarkan adalah pembangunan hotel 5 lantai, tapi justru izin yang keluar untuk membangun hotel 14 lantai, ini jelas menyalahi aturan.
“Dalam hal ini sudah jelas ada manipulasi data karena tidak sinkronnya data pendukung yang dilampirkan saat pengajuan permohonan izin,” tegasnya.
Chandra mengungkapkan, proses pengajuan yang tidak dilengkapi dengan data pendukung permohonan ijin merupakan kealfaan dari instansi terkait dan pemohon, seperti luas lahan untuk amdal lalin yang diajukan awal seluas 2.929,77 m2, bangunan keseluruhan seluas 13.583,67 m2 yang terdiri 14 lantai. Faktanya, didalam IMB tertera luas tanah 1.423 m2, bangunan 10913,57 m2.
“Jika luas serta bangunan tidak sesuai maka akan sangat berkaitan dengan fasilitas yang akan digunakan nantinya. Untuk itu kami sangat merekomendasikan penutupan sementara pembangunan hotel ini, sampai dilakukan revisi izin dilakukan oleh pihak Hotel Ibis. Jika selama dalam proses penutupan itu tetap dilakukan pembangunan, artinya pengerjaan itu illegal, ” jelasnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Palembang, Endang Larasati Lailasari mengatakan, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas PU PR bangunan terdiri 14 lantai. Tapi, ada yang dicoret dalam rekomendasi tersebut. “Intinya tidak ada kejelasan pasti mau dibangun berapa lantai. Persoalan Hotel ini sudah meluas, kami minta Pemkot Palembang segera menutup sementara. Kami beri waktu satu minggu, kami ini wakil rakyat, tolong didengar,” tegasnya
Ketua Komisi III, Firmansyah Hadi mengatakan, ia merasa bingung dengan Pemkot Palembang, yang seolah-olah mau di adu dengan dewan oleh pihak pemilik hotel. Padahal semua kesalahan Hotel Ibis sudah jelas, tapi yang membuatnya lebih heran lagi Pemkot Palembang tidak ada nyali untuk menutupnya.
“Semua yang yang kita lakukan selama ini, tidak pernah didengar. Kenapa Pemerintah takut dengan satu orang itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPMPTSP, Ahmad Zazuli dalam rapat mengatakan, pengajuan IMB berawal di Desember 2014, kemudian di ajukan kembali di bulan Desember 2016. “Administrasi izin keluar sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh dinas PUPR. Tidak mungkin izin kami keluarkan jika belum ada izin tetangga, RT, Lurah maupun camat setempat. Intinya kami keluarkan izin sesuai rekomendasi dari PUPR,” katanya.
Kabid Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Palembang, Zulkifli, membenarkan jika tidak ada data pendukung saat pengajuan permohonan amdal lalin karena hal itu hanya bentuk kepercayaan saja. Berdasarkan permohonan ijin yang diajukan lantai tingkat 8, 2 basement dengan fasilitas 208 kamar.
Namun, saat itu pihaknya meminta penambahan lahan parkir 1 lantai lagi karena 2 basement tidak mencukupi untuk menampung kendaraan pengunjung dengan asumsi jumlah kamar yang ada. “Kami akui memang tidak data pendukung yang dilampirkan, seperti sertifikat lahan yang diajukan,” jelasnya.#pit