Pembangunan Kelas SDN 10 Palembang Telan Rp2 Miliar Lebih

88
Pembangunan ruang kelas di SD Negeri 10 Palembang masih dalam proses pengerjaan, Selasa (8/8).

Palembang, BP

Proses pemerataan pembangunan sekolah rusak dan penambahan ruang kelas yang memenuhi kualifikasi di tataran SD pada Dinas Pendidikan Kota Palembang saat ini sudah berjalan. Pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang berjanji pembangunan tak akan memakan waktu lama hingga lebih dari 120 hari.
Sebut saja pembangunan enam ruang kelas di SD Negeri 10 Palembang di kawasan rawa-rawa yang menelan anggaran hingga lebih dari Rp2 miliar yang saat ini dalam proses pengerjaan.
“Jadi anggaran ini digunakan dari APBD kota Palembang dengan nominal Rp
2.192.509.000. Itu untuk pembangunan lokal kelas baru di SD Negeri 10, tentu saja anggaran yang diajukan berbeda-beda tergantung kondisi sekolah,”ujar Plt PPS Disdik kota Palembang Herman Wijaya, Selasa (8/8).
Pihaknya berharap, pengerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu agar bisa digunakan sekolah terkait untuk proses belajar mengajar.  “Ya, kita terima bersih saja sebab para pemborong ini sudah melakukan perjanjian dan selama 120 hari bangunan sudah selesai. Kita juga tidak bisa menambah waktu, karena anggaran ini sudah sesuai dengan aturan,” jelasnya.
Untuk itu, pihak sekolah hanya menerima kunci saja alias terima bersih. Semuanya kita serahkan kepada pihak pemborong, selesai tidak selesai itu tanggung jawab dari pihak pemborong. “Kira kira selama 4 bulan mendatang, lokal baru di SD Negeri 10 sudah ada. Kalau kita lihat memang kondisi sekolah terletak di kawasan rawa-rawa, jadi butuh biaya besar dan pengerjaan yang ekstra keras. Mengenai bangunan sendiri ada 6 lokal baru, dimana dibangun bertingkat dua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Palembang Ruslina melalui Guru Suwandi mengatakan memang benar saat ini pihak sekolah sedang ada bangunan baru. Bahkan sejak hari libur beberapa waktu lalu area sekolah sudah dilakukan pembongkaran. “Mengenai aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kita lakukan penyekatan dimana kelas yang dibongkar digabungkan dengan kelas yang masih ada. Jadi sebanyak 3 ruangan ini gunakan selama masa pembangunan,” katanya.
Sambung dia bahwa pihak Disdik Kota Palembang menyetujui dengan kebijakan penggabungan ini. Apalagi, jumlah siswa di SDN 18 Palembang memcapai 126 siswa. “Kita harapkan jika bangunan baru ini sudah selesai, aktivitas KBM bisa lebih baik, selama ini bangunan tersebut sudah lama rusak, kebetulan sekolahnya terpilih. Makanya kami merasa senang bisa dapat bangunan baru,”harapnya.
Selaku pihak pemborong Kepala Tukang Nurul mengatakan targetnya sesuai perjanjian yakni 120 hari. Menurutnya, tantangan dalam pembangunan ini pertama, sekolah tersebut diatas rawa, makanya kami sedang membuat sebuah paku besi yang terbuat paralon bes yang di bor sedalam 12 meter. “Ya, kita menargetkan selama 120 hari mendatang bangunan sudah selesai. Asalkan tidak ada kendala bangunan kelas ini bisa segera ditempati,” pungkasnya. #sug