Home / Pendidikan / Kemenko PMK Sebut Pelajar Terancam Candu Medsos

Kemenko PMK Sebut Pelajar Terancam Candu Medsos

Kemenko PMK RI saat memberikan nateri Gerakan Nasional Revolusi Mental kepada puluhan siswa SMA di Ballroom Hotel The Daira Palembang, Rabu (9/8).

Palembang, BP

Sudah tak bisa dipungkiri, derasnya perkembangan media sosial di era telepon pintar belakangan menjadi dilema. Pasalnya, era teknologi yang membantu informasi serba cepat membuat generasi zaman ini semakin dimudahkan.
 Akan tetapi, media sosial juga bisa menjadi boomerang bagi generasi muda yang kini kecanduan gadget dan cenderung mengabaikan kreatifitas belajar. Hal ini juga diperparah dengan lemahnya filter pelajar dalam menyaring informasi hoaks yang mengancam idiologi.
Demikian terungkap dalam pelatihan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang digagas oleh Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumsel dalam pelatihan kepada puluhan pelajar SMA Sumsel di Ballroom Hotel The Daira Palembang, Rabu (9/8).
“Remaja kita ternina bobokan oleh media sosial yang seharusnya dimanfaatkan dengan jeli. Artinya generasi muda harus tahu batasan bermedia sosial, terutama dalam informasi hoaks yang mendegradasi idiologi,” ujar Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK RI Ir Dohardo Pakpahan MSi saat dibincangi usai memberi pelatihan kemarin.
Dohardo menilai seharusnya generasi muda harus memiliki filter dalam era derasnya informasi bermedia sosial saat ini sebagaimana amanat Presiden RI Joko Widodo dalam penerapan revolusi mental yang tak hanya cerdas tapi juga berkarakter. “Nah kalau sekarang kan ancaman perang idiologi, ujaran kebencian hoaks dan lain sebagainya,”tegaanya
Artinya, ia berharap agar generasi muda saat ini menjunjung nilai ideologi bangsa yang saat ini mulai melemah karena remaja asik dengan bermedia sosial. Remaja tak kemudian mengenal jiwa gotong royong, sosial sebagaimana budaya ketimuran. 
 
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Bonny Syafrian mengatakan perkembangan teknologi saat ini menjadi sulit dibendung, anak-anak menjadi cepat berinteraksi. Informasi yang benar dan tidak benar menjadi campur aduk.
“Jadi pelatihan ini sangat penting salah satu peran mereka (siswa) bisa selektif dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi dengan medsos,” ujarnya usai membuka pelatihan mewakili Kadisdik Sumsel Drs Widodo MPd kemarin
Ia juga mengatakan, dengan medsos kita tidak bisa membatasi jarak ruang dan waktu, dan bagaimana peran edukasi bisa dimanfaatkan secara baik. Apa yang diberikan guru diluar akan aplikasikan siswa dengan medsos secara baik.
“Nah, melalui pelatihan ini saya berharap siswa bisa menjadi pioner menyebarkan pesan dan informasi secara baik kepada teman-temannya, dan memfilter informasi yang ada di medsos,” jelas Bonny.
Bonny menyebut pelatihan ini terbatas dan bisa diikuti perwakilan SMA sebanyak 54 siswa dari tiga kabupaten/kota, yaitu Palembang, Ogan Ilir (OI) dan Banyuasin dan ada 6 guru pendamping, yang berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 8-9 Agustus 2017. #sug
x

Jangan Lewatkan

Mantan Rektor PGRI Nahkodai IKP Disdik Sumsel

Palembang, BP— Setelah melalui musyawarah yang tak begitu rumit, akhirnya Dr Syarwani Ahmad MPd secara resmi menahkodai Ikatan Keluarga Purnabakti ...