Home / Headline / Dua Warga Tewas Dalam Sumur di Lokasi Berbeda

Dua Warga Tewas Dalam Sumur di Lokasi Berbeda

Tim Rescue Nyaris Jadi Korban

Jasad korban saat dievakusi tim Rescue PT BA.

Muaraenim, BP — Kasus warga tewas saat menggali sumur kembali terjadi di Muaraenim. Kali ini dua orang warga tewas saat bekerja menggali sumur di lokasi yang berbeda, Selasa dan  Rabu (8-9/8), dengan jam yang berbeda.

Korban pertama diketahui bernama Bambang (35), warga Sekitang, Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai, Muaraenim. Korban tewas di dalam sumur ketika menggali sumur yang berada di belakang rumah Hera, warga Dusun 5, Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai, Muaraenim. Peristiwa itu terjadi, Selasa (8/8) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu korban menguras sumur milik Hendra dengan menggunakan mesin air. Saat itu korban berada di dasar sumur. Diduga korban mengalami keracunan gas buang mesin air tersebut hingga tewas di dasar sumur tersebut. Korban berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas Polsek Lubai dengan cara menarik tubuhnya dari dasar sumur menggunakan tali.                     
Korban kedua diketahui bernama Harmudin (50), warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Korban tewas mengenaskan saat menggali sumur milik  Adri Eka Satria alias Ayik (26), warga Jalan Enim RT 01. RW 01, Kelurahan Tungkal, Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, Rabu (9/8) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban berhasil dievakuasi oleh petugas Rescue PT BA Tbk Tanjung Enim, sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat mengevakuasi jasad korban dari dasar sumur dengan kedalaman sekitar 5,5 meter itu, sempat terjadi isiden kecil.
Petugas rescue PT BA bernama Halim, yang dilengkapi peralatan tabung oksigen untuk masuk ke dalam sumur guna mengevakuasi jasad korban, tiba tiba sempat kehabisan oksigen. Sehingga Halim nyaris jadi korban karena sempat hampir pingsan.
Beruntung petugas rescue lainnya cepat bertindak sehingga Halim cepat diselamatkan dengan memberikan bantuan oksigen tambahan dan melarikannya ke rumah sakit dr HM Rabain Muaraenim. Begitu juga  jasad korban yang berhasil dievakuasi langsung di bawa ke RSU dr HM Rabain Muaraenim untuk divisum. Proses evakuasi  jasad korban disaksikan oleh petugas piket KSPK Polres Muaraenim, Ipda Darma, tim identifikasi dan intel Polres Muara enim. Kemudian sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaraenim, Handono dan Bakarudin.
Menurut keterangan Samsuhar (62), warga Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat yang merupakan teman korban Harmudin (50), mengaku menggali sumur milik  Ayik sudah berlangsung selama 2 hari. “Saya dan korban bekerja menggali sumur ini sudah 2 hari. Kami mendapatkan upah sebesar Rp 400 ribu,” jelas Samsuhar yang berhasil dijumpai dilokasi kejadian.
 Dijelaskannya, kejadian itu bermula dari korban turun ke dasar sumur untuk mendalami sumur dengan cara menggali tanahnya. Sedangkan  dia (Samsuhar-red))  berada di bagian atas sumur untuk menarik tanah yang telah digali menggunakan tali tambang.
Korban sempat dua kali turun ke dasar sumur tersebut. “Pada turun yang pertama dia sempat naik lagi ke atas untuk beristirahat. Namun sebelum turun ke dalam sumur dia sempat minta obat pening kepala jenis paramex,” jelasnya. Setelah beristirahat, lanjutnya, korban kembali turun ke dasar sumur untuk yang kedua kalinya.
“Pada saat turun yang kedua kalinya itulah, korban sempat berteriak minta tolong ditarik ke atas pakai tali. Namun ketika kami tarik badannya sudah lemas dan melepaskan tali itu hingga jatuh ke dasar sumur dan tidak sadarkan diri lagi,” jelasnya.
 Sementara itu, beberapa warga yang melihat kejadian itu mengaku, bahwa pada saat korban menggali sumur tersebut  tidak membuka semen coran yang menutupi mulut sumur tersebut. Korban masuk ke dalam sumur hanya melalui lobang kecil ukuran badan yang ada pada coran pada mulut sumur tersebut.
 “Semen coran itu kami buka secara beramai ramai setelah korban  pingsan di dasar sumur tersebut. Namun warga tidak berani menolongnya untuk turun ke dalam sumur karena diduga ada gas beracun di dalam sumur tersebut,” jelas  Eddi dan sejumlah warga lainnya.
Menurut warga, sumur di sekitar tersebut mengandung gas. Karena beberapa tahun yang lalu, seorang warga juga meninggal dunia saat menggali sumur yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi sumur yang terjadi saat ini.
Sementara itu, Asisten Manajer K3 PT BA, Iin Sofiyan, yang memimpin langsung petugas tim rescue PT BA untuk mengevakusai jasad korban mengatakan, bahwa korban tewas diduga akibat keracunan gas C02 atau C0.
Dia mengaku, timnya yang menolong korban sempat terjadi insiden karena tekanan gas di dalam sumur cukup tinggi, sehingga anggotanya sempat kehabisan oksigen pada tabung oksigen yang digunakan.
Di tempat terpisah, Kapolres Muaraenim, AKBP Leo Andi Gunawan Sik melalui Kasubag Humasnya, AKP Arsyad, membenarkan kejadian tersebut. “Kasus itu diduga korban mengalami keracunan gas saat berada di dasar sumur,” jelasnya.#nur

 

x

Jangan Lewatkan

Kena Hipnotis, Thomas Sadar Setelah Motor Hilang

Palembang, BP–“Aku merasa orang itu teman aku,” ujar Thomas Rahman Hakim (16) saat menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Ia ...