Polisi Periksa Enam Pekerja LRT

66

Palembang, BP

Mendalami insiden crane roboh dan menimpa rumah warga di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Polresta Palembang memeriksa enam saksi, Rabu (2/8).

Keenam saksi tersebut semuanya pekerja proyek light rail transit (LRT), yakni Suhandri (25) operator driver, Bahtiar (34) operator driver kedua, Susilo (23) herper, Herli (40), signalemen, Herper dan Gesti selaku operator cadangan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, keenam pekerja LRT masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.

“Kasusnya masih dilakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas, jadi belum ada penetapan untuk tersangka,” jelas Yo, Rabu (2/8).

Selain itu, untuk lanjutan kasus tersebut pihaknya juga akan memeriksa atasan dan pimpinan selaku penanggung jawab proyek LRT, terutama di lokasi terjadi insiden.

“Sejauh ini masih tetap enam orang pekerja diperiksa. Selanjutnya mungkin ke arah sana (memanggil pimpinan proyek LRT-red),” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan apabila ada unsur kelalaian dari operator dan pekerja LRT saat melakukan tugas, maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum.

“Belum diketahui unsur kelalaian atau tidak. Saat ini masih dalam pemeriksaan. Apabila memang terjadi ada bisa diproses secara hukum,” ujar Kapolresta.

Sementara itu pantauan di lapangan, setelah proses evakuasi dua crane dan landasan LRT dilakukan, arus lalu lintas di kawasan tersebut berangsur normal.

Namun di lokasi masih terlihat potongan steel box girder berwarna krem yang masih berada di atap rumah warga. Sementara lajur dari Jalan A Yani menuju Jakabaring masih dilakukan penutupan sementara.

Pengendara yang hendak menuju kawasan Jakabaring diarahkan melalui gang sebelah kampus Universitas Bina Darma yang tembus ke samping Kantor DPRD Kota Palembang dan terlihat beberapa anggota Polantas yang mengatur arus lalu lintas.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga karena tak mampu menahan beban, tanah yang menjadi pijakan crane crauler yang sedang mengangkat landasan rel LRT ambruk, Selasa (1/8).

Akibat tertimpa gilder dan crane, sebuah rumah dan ruko empat pintu yang berada di Jalan Gubernur H Bastari samping fly over mengalami kerusakan parah serta beberapa penghuni rumah mengalami luka.

Kejadian itu berawal saat dua operator alat berat, yakni Suhandri alias Andri (26) dan Bachtiar (34) dengan menggunakan crane crauler mengangkat lintasan rel RLT.

Namun setelah gilder berada di atas, pijakan yang menjadi landasan crane dengan bobot 70 ton yang dibawa Andri amblas dan mengakibatkan landasan sekitarnya ikut retak.

Kemudian crane terjungkal ke depan dan diikuti boom crane dengan berat 80 ton yang dibawa oleh Bachtiar ikut terjatuh karena patah di bagian tiang atas. Lalu secara beruntun gilder menimpa rumah dan ruko yang ada di sekitar lokasi pembangunan.

Melihat kejadian itu Andi dan Bachtiar langsung membantu mengeluarkan korban yang berada di dalam rumah yang berada di Jalan Gubernur H Bastari, RT20/2, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I Palembang tersebut. #ris