Home / Bisnis / Berbisnis Harus Siap Rugi

Berbisnis Harus Siap Rugi

BUSSINES TALK-Perbincangan ‘Bussines Talk’ Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Selatan, yang digelar BP Radio, Rabu (2/8) malam (Foto: BP/Syairul)

Palembang, BP — Dalam menjalankan sebuah bisnis apalagi sebagai pemula, sepertinya tidak akan langsung bisa sukses. Jatuh bangun diawal merintis usaha sudah pasti akan dialami pebisnis. Artinya bisnis apapun yang dijalankan pasti memiliki risiko rugi.

Demikian perbincangan ‘Bussines Talk’ Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Selatan, yang digelar BP Radio, Rabu (2/8) malam. Pengusaha muda yang hadir, yakni Apriadi (pengusaha yang bergerak di bidang sawit dan pupuk), Saddly (pengusaha bengkel mobil dan alat berat), dan Aris (pengusaha kuliner).

Apriadi mengatakan, hilangkanlah rasa takut terhadap kegagalan dalam berbisnis. Apalagi menanggung kerugian. Cobalah tanamkan keberanian dalam diri ketika memulai sebuah bisnis. “Modal berbisnis adalah keberanian. Apalagi saya ketika memutuskan buka usaha pupuk, pasti bersentuhan dengan namanya mafia pupuk,” ujarnya. Namun apabila kerugian terjadi, maka diperlu strategis untuk mengatasinya. Seperti yang pernah dialami tahun 2009 lalu, dimana saat itu harga sawit hancur sehingga menggerus pendapatan.

Baca:  GPS Tak Hanya Beri Bantuan Kematian

Untuk itu, perlu kepekaan untuk membuka bisnis yang banyak sehingga usaha yang mengalami kerugian bisa tertutupi oleh bisnis yang lain. “ Boleh dikatakan subsidi silanglah untuk mengembalikan cash flow,” katanya.

Bagi Apriadi kerugian berbisnis bukanlah hal yang menakutkan tapi yang lebih dikhawatirkannya adalah apabila kehilangan sumberdaya manusia atau karyawan yang sangat dipercaya. “Ini tantangan berat bagi saya. Kenapa? Karena apabila ada karyawan yang berhenti berarti saya harus mendidik lagi dari nol,” kata pria yang menjalankan usaha turun-menurun ini.

Lantas bagaimana mengatasi masalah dslam berbisnis? Menurut dia, terjun ke dunia bisnis, pasti menemui masalah. Tapi itu hal yang wajar. Di sini seorang pebisnis akan diuji ketangguhannya dalam menghadapi hambatan dan rintangan. “Bisnis adalah komunikasi. Jadi apabila ditemui masalah harus cepat diselesaikan untuk mencari solusi. Jangan ditunda,” kata pengusaha pupuk ini.

Baca:  HIPMI Sumsel Konsisten Tumbuhkan Wirausaha Baru

Apriadi memberikan tips bagi pemula yang ingin sukses bisnisnya. Menurut dia, seorang pebisnis harus terus belajar sehingga kepandaian tetap terasa dan usaha terus berkembang seiring perkembangan kondisi yang ada.

Hal senada dikatakan pebisnis muda yang lain, Saddly. Pengusaha yang bergerak di bidang bengkel mobil ini mengatakan, memulai bisnis dibutuhkan kesabaran, keberanian dan mental yang kuat. “Menjadi pengusaha itu menyenangkan meski menyakitkan,” ujar pria yang baru enam bulan terjun ke bisnis body repair ini.

Meski tergolong baru, Saadly punya jurus tersendiri dalam memanajemen bisnisnya. Terutama mengasa ketajaman dalam menangkap peluang bisnis, membangun relasi/mitra, membangun manajemen, dan memahami karakter karyawan.

Baca:  Wirausaha Harus Pantang Menyerah

Berbekal hal itu, Saddly menargetkan satu tahun ke depan bisnis bengkelnya sudah punya nama di masyarakat Palembang. “Saya berharap bisnis bengkel ini punya satu-dua spesialis, terutama di segmen mobil truk dan alat berat,” harapnya.

Begitu juga yang dilakukan oleh Aris, pengusaha kuliner bakso. Ia mengatakan, agar bisnis yang dijalani tetap eksis maka perlu kemampuan dalam menggenjot pemasaran dan promo diskon. “Kita juga sebelum memulai usaha melakukan survei untuk melihat perkembangan bisnis,” katanya.

Diakuinya, menjalani bisnis barunya ini terkadang ditemui rintangan. Agar tak rugi maka perlu putar otak dan yang terpenting jangan putus asa. “Perlu inovas dalam berbisnis untuk tetap eksis dan usaha berkembang. Perkuat pemasaran dan strategi. Sukses berbisnis itu datang dari kerja keras,” ujarnya.#mik

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sumsel Raih WTP Kelima

Palembang, BP Sumsel kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Perwakilan Provinsi Sumsel atas ...