Home / Headline / Beras Oplosan Terdeteksi Beredar di Sumsel

Beras Oplosan Terdeteksi Beredar di Sumsel

Beras rusak yang dicampur beras bagus terdeteksi beredar di Sumsel. Barang bukti beras oplosan itu sudah diamankan polisi namun sebagian telanjur didistribusikan ke masyarakat.

Palembang, BP

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel menemukan adanya beras tidak layak edar dan dioplos di Sumsel.

“Ya benar (temuan beras oplosan), tapi sekarang masih didalami terlebih dahulu,” kata Dir Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah, Minggu (23/7).

Kendati demikian ia masih enggan mengungkapkan lebih jauh soal lokasi temuan tersebut. Sejauh ini, pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan di beberapa gudang beras di Sumsel untuk memastikan kondisi beras di Sumsel aman untuk dikonsumsi.

“Dalam kasus ini, kami menemukan ada beras tidak layak atau rusak dicampur dengan beras yang bagus, lalu didistribusikan ke masyarakat. Sekarang kami sedang melakukan penyelidikan,” ujar Irawan.

Baca:  Beras Oplosan Marak, Kapolda Sidak Gudang Bulog

Bahkan saat ini, barang bukti beras oplosan sudah diamankan di Mapolda Sumsel dan menurut Irawan, pihak-pihak yang bertanggung jawab, khususnya oknum pengoplos di daerah akan dimintai keterangan.

Ia menyebut, Satgas Pangan Polda Sumsel sudah lebih dulu turun melakukan upaya pengecekan kepada pelaku usaha beras di Sumsel. Ini juga sebagai antisipasi pengoplosan beras seperti yang ditemukan Bareskrim.

Hanya saja, kata Irawan, untuk pengoplosan beras medium belum ada penyimpangan yang dilakukan para pelaku usaha beras modern seperti merek Topi Koki maupun Raja.

Semuanya sesuai ketentuan. Bahkan pihaknya sudah mengecek langsung ke tempat produksi atau pabriknya. “Tidak ada ditemukan penyimpangan tersebut,” ucapnya.

Baca:  Sebulan 260 Ton Beras Untuk Insetif Beras ASN Pemprov Sumsel

Namun untuk kasus beras premium merek Ayam Jago dan Maknyuss, lanjut Irawan, kasusnya ditangani Bareskrim. Sementara, Polda Sumsel hanya mem-back up dan membantu karena di wilayah hukum Polda Sumsel. “Kami akan terus melakukan pengecekan ke pelaku usaha lainnya,” sambungnya.

Irawan juga menyampaikan bahwa masyarakat Sumsel tak perlu khawatir dengan merek beras dari pengusaha lokal. Karena relatif lebih aman, mengingat Sumsel daerah yang swasembada beras.

“Seperti beras dari OKI, OKU Timur, Banyuasin dan beberapa wilayah lainnya di Sumsel. Relatif aman dan kami terus mengawasinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Ferry Harahap mengatakan pihaknya telah melakukan sidak pada 18-22 Juli untuk mengecek pelaku usaha dan gudang beras.

Baca:  Ajukan Sertifikasi Beras Organik

“Dalam sidak ini kami belum menemukan penyimpangan untuk pelaku usaha modern, tapi kami akan terus melakukan pengecekan,” katanya.

Untuk pengecekan di gudang beras, pihaknya menemukan dugaan tindakan pengoplosan beras di salah satu kabupaten di Sumsel. Meski begitu, pihaknya masih mendalami dugaan tersebut.

“Jika memang terbukti melakukan pengoplosan maka kami akan lakukan tindak tegas,” terang Ferry.

Ia juga menyampaikan agar masyarakat Sumsel tidak khawatir terhadap produsen beras wilayah Sumsel.  Selain itu,  pihaknya juga memastikan kondisi stok beras di Sumsel tetap aman.

“Sumsel merupakan daerah swasembada beras dan produksi beras kita masih dalam keadaan aman,” tandasnya. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPU PALI Gelar Roadshow Kampanyekan Pilkada 2020

PALI, BP–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (26/02), menggelar gebyar roadshow berkeliling menggunakan sepeda motor ...