Airlangga Selamatkan Sriwijaya FC

338

# Gresik United 1 vs SFC 1 

Palembang, BP

Sriwijaya FC berhasil mencuri satu poin dari Gresik United, setelah menahan imbang 1-1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (24/7).

Hasil imbang yang diraih Laskar Wong Kito terbilang cukup dramatis, karena SFC lebih dulu ketinggalan dari tuan rumah, berkat gol Yusuf Effendi menit ke-9.

Sepanjang pertandingan, SFC bermain mononton sehingga mudah dipatahkan oleh Gresik United. Tapi masuk menit ke-90+2, Tijani Belaid melepas umpan lambung dan mengenai punggung pemain Gresik United. Hilton Moreira menyambutnya dengan sundulan ke mulut gawang dan disambut lagi Airlangga Sucipto lewat kepalanya ke tiang jauh, yang dijaga Aji Saka. Gol penyeimbang pun tercipta, skor berubah 1-1. Tak sampai satu menit, wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Usai pertandingan pelatih caretaker SFC Hartono Ruslan mengatakan, anak asuhnya bermain kurang konsentrasi di awal babak pertama. Hal itu juga yang membuat tim tuan rumah bisa mencetak gol cepat menit ke-9.

Tertinggal satu gol ternyata bukannya membakar semangat untuk mengejar, justru performa skuad SFC malah menurun. “Pressure kurang menjadi penyebab awal mereka bisa mencetak gol. Babak pertama SFC sulit mengembangkan permainan,” ungkapnya.

Di babak kedua, SFC mulai menemukan sentuhan terbaiknya. Banyak peluang berhasil diciptakan, tapi masalah klasik kembali terlihat jelas dalam laga ini.

“Penyelesaian akhir kita tidak bagus. Banyak peluang tapi gagal dikonversi menjadi gol. Ini sama seperti saat lawan Bali United. Kita akan segera perbaiki ini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan senterbek SFC Bobby Satria. Menurutnya, lini pertahanan sempat lengah di awal babak pertama. Hal itu membuat gelandang muda Gresik United Yusuf Effendi bisa menembus pertahanan dan mencetak satu gol.

“Kita telat konsentrasi sehingga kecolongan saat pertandingan baru dimulai,” katanya.

Dia bersama rekan-rekannya coba tidak panik dan berkonsentrasi mengejar ketertinggalan. Tapi tim besutan Hanafi semakin memperkokoh pertahanan sehingga lini depan kesulitan mencetak gol penyeimbang.

“Tapi kita berhasil cetak gol di menit awal, hasil ini dan satu poin yang kita dapat patut disyukuri,” ujar Bobby.

Pelatih Gresik United Hanafi tak bisa menutupi kekecewaannya lantaran timnya gagal mengamankan tiga poin, karena kecolongan di menit akhir babak kedua.

“Saya sudah sampaikan pada pemain untuk mengatur tempo permainan dan menggulur-ulur waktu,” katanya.

Jika sudah unggul satu gol dan sudah memasuki akhir pertandingan, dia sebelumnya sudah menyampaikan untuk tidak terus mengalirkan bola. Sedikit intrik guna mengulur waktu sah-sah saja untuk dilakukan.

Namun lantaran timnya dihuni pemain muda, hal itu sangat sulit mereka jalankan. Semangat pemain kerap kali mengabaikan taktik dan strategi pelatih.

“Ini sudah berapa kali kita alami, lawan Arema, PS TNI, Persija dan tim lain juga sama, seperti ini juga. Tidak salah kalau memperlambat pertandingan kalau sudah unggul, tidak seperti tadi,” tegasnya.

Ke depan, jajaran pelatih akan kembali mengingatkan hal itu pada anak asuhnya. Gresik United harus bermain lebih cerdas untuk memenangkan pertandingan.

Bermain Menonton

Di menit-menit awal, Gresik United bahkan langsung mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol tepat di menit ke-2. Sayangnya, umpan sepak pojok yang dilepaskan Jusmadi masih gagal disambut rekan-rekan setimnya di dalam kotak penalti SFC.

Baru di menit ke-9, Gresik United berhasil membuat seisi Stadion Surajaya bergemuruh lewat gol yang dicetak oleh Yusuf Effendi. Gol tersebut tercipta melalui tendangan keras yang dilepaskan Yusuf dari luar kotak penalti dan gagal dijangkau Teja Paku Alam. 1-0 Persegres unggul.

Jual beli serangan terus terjadi, duo penyerang SFC, Hilton Moreira dan Beto Goncalves saling bahu-membahu membangun serangan. Sayangnya, beberapa usaha mereka di area pertahanan Persegres masih bisa dipatahkan para pemain tim asuhan Hanafi.

Laskar Wong Kito sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan lewat hadiah penalti yang diberikan wasit.

Sayangnya bola hasil sepakan Beto yang maju sebagai eksekutor masih bisa ditepis kiper Persegres, Aji Saka.

Keunggulan 1-0 berhasil dipertahankan Persegres atas SFC hingga istirahat turun minum.

SFC sendiri baru bisa mencetak gol mendekati akhir-akhir babak kedua. Airlangga Sucipto berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Persegres menjadi gol. Skor 1-1 sekaligus mengakhiri pertandingan.

Hasil imbang 1-1 tak cukup mendongkrak posisi SFC di klasemen sementara. Laskar Wong Kito kini berada di peringkat ke-15 dengan catatan 19 poin, sedangkan tuan rumah Persegres terpuruk di zona degradasi dengan koleksi 7 poin. #zal