Home / Hukum / Pencairan Sertifikasi Guru Terhambat

Pencairan Sertifikasi Guru Terhambat

MENYUSUL operasi tangkap tangan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Ditreskrimum Polda Sumsel, gedung sertifikasi Dinas Pendidikan Sumsel masih tersegel oleh garis polisi. Suasana pun tak seramai seperti biasanya.

Gedung yang sebelumnya sering digunakan untuk pelayanan sertifikasi ini kemarin sepi dari aktivitas. Seluruh pintu masuk di lantai 1 terkunci dan dilingkari garis polisi. Padahal ribuan PNS yang ada di Sumsel sedianya akan mengurus sertifikasi di sini.

Sebelumnya garis kuning hanya terpasang di pintu depan (ruang pelayanan sertifikasi). Namun garis police line diperpanjang hingga menutupi ruang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Sama sekali tidak ada aktivitas di lantai satu, hanya beberapa pegawai di lantai dua dan tiga yang masih berseliweran. Tertutupnya gedung pelayanan sertifikasi ini secara otomatis belum melayani proses sertifikasi.

Baca:  ‘Widodo Kecil’ Tersangka Ke-4 Pungli di Disdik Sumsel

Salah satu guru di SMA Palembang, Amel, mengatakan sepertinya ia harus menunda untuk mengurus sertifikasi triwulan kedua yang seharusnya jatuh pada Juni kemarin.

“Tapi karena berkas administrasi yang terhambat, jadi pencairannya digeser ke bulan ini (Juli-red). Sedangkan ini sudah masuk minggu terakhir,” jelasnya, Jumat (21/7).

 

Terkait adanya OTT ini, ia berharap proses pelayanan sertifikasi tidak terhambat. Karena bukan hanya ia, seluruh guru juga sedang membutuhkannya.

Baca:  Kapolda Sumsel Tangkap Polisi yang Mem-pungli-nya

“Sempat khawatir juga karena ada kasus dugaan pungli ini. Mungkin Senin nanti baru akan dibuka lagi pelayanan sertifikasinya. Makanya saya akan kembali lagi Senin nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo berjanji jika pelayanan tidak akan terhenti. PascaOTT ini, pihaknya akan membentuk tim khusus atau staff pengganti sementara yang khusus melayani Sertifikasi.

Baca:  Pungli PKL Satpol PP Belakang Griya Agung

“Timnya segera kita bentuk, kalau bisa pelayanan ini jangan terhambat,” ujarnya.

Ia sangat menyayangkan jika dugaan pungli yang dilakukan stafnya itu memang benar. Padahal ia sudah berulang kali mengingatkan untuk tidak menghambat pelayanan dan memanfaatkan sesuatu demi sesuatu (uang).

“Saya harap situasi tetap kondusif, karena kita masih menunggu hasil penyidikan. Sementara akan kita cari pegawai pengganti, termasuk ruangan lain apabila gedung pelayanan sertifikasi masih disegel,” pungkasnya.#sug

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kejaksaan Negeri OKU Gelar Donor Darah

Baturaja, BP — Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar aksi donor darah, Rabu (17/7) di halaman kantor Kejaksaan Negeri ...