Home / Headline / Pembahasan RUU Pemilu Dipastikan Selesai Pekan Ini

Pembahasan RUU Pemilu Dipastikan Selesai Pekan Ini

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu A Riza Patria

Jakarta, BP

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu A Riza Patria mengatakan, RUU Pemilu sangat penting guna menyiapkan pemilu dari proses, pengesahan sampai pelantikan. Oleh sebab itu, pembahasan RUU Pemilu  dipastikan selesai pada masa sidang ini, tinggal pembahasan presidential threshold (PT) yang masih alot.
“Dari lima isu krusial yang dibahas, sudah ada progres luar biasa sehingga tinggal satu isu lagi  dalam pembahasan yakni presidential threshold,” ujar Riza di ruangan wartawan DPR, Jakarta,  Selasa (11/7).
Menurut Riza, PT masih dalam pembahasan, karena  pemerintah tetap pada pendirian dengan ambang batas 20-25 persen kursi DPR. Di sisi lain, beberapa parpol ingin 10 persen, 15 persen atau 0 persen.
“Fraksi Gerindra mengikuti bandul bawah untuk  memberi kesempatan kepada siapa saja  mencalonkan diri, plus memberi kesempatan kepada rakyat menentukan pilihan. Meski  ambang batas 0 persen, tidak otomatis semua orang bisa mencalonkan diri, karena persyaratan  serta modal jadi capres tidak sedikit,” katanya.  

Riza mengaku heran mengapa   pemerintah tetap ngotot PT besar. Padahal yang punya kewenangan  mencalonkan presiden adalah  parpol dan gabungan parpol. Seharusnya, lebih banyak calon lebih baik, karena rakyat diberi kesempatan memilah sosok pimpinan nasional yang pas.
Bahkan lanjut dia, semakin banyak calon, semakin  menguntungkan incumbent, lantaran suara terpecah. Apalagi jika incumbent  memiliki kinerja baik,  berpeluang besar terpilih kembali. “Saya gak yakin   PT besar bisa menguatkan posisi incumbent. Presiden hanya  kuat, jika dia mensejaterahkan rakyat,” paparnya.
Riza  optimis dalam dua atau tiga hari ini ada keputusan setelah melakukan musyawarah demi mencari jalan terbaik. Dan harapannya,  bila sudah diputuskan pemerintah  jangan menarik diri sebagaimana pengalaman yang lalu.
Wakil Ketua Pansus  Yandri menambahkan, jangan sampai ada semangat menghabisi pihak lain dalam pembahasan RUU Pemilu ini. Kalau pemerintah ngotot dengan PT 20 % meski dipertanyakan. “Karena  kita tak menghendaki calon tunggal dan tak boleh tersandera dengan PT 20 %,” jelas Yandri.
Karena itu kata Yandri, , Kamis lusa   menjadi taruhan bagi pemerintah apakah menarik diri dari pembahasan, menerima jalan tengah 10 – 15 % dan lainnya. “Saya berharap pemerintah jangan menarik diri, kurang   elok aja.  RUU ini menyangkut kepentingan rakyat dan jangan  kembali ke UU pemilu yang lama.
Peneliti dari LIPI  Siti Zuhro menyatakan,  PT sudah tidak relevan lagi bila benar-benar mengacu kepada semangat demokrasi dan kedaulatan rakyat. Dan mestinya  membahas  revisi UU  harus jangka panjang. Kalau tidak, Pemilu 2024 bisa  menghadapi hal yang fatal,” katanya.
Siti berpesan supaya Parpol ikut ambil bagian mengusung kader terbaik dan  tidak pernah berpikir menggelar   calon tunggal. “Fungsi Parpol itu menyiapkan kader terbaik sebagai calon pemimpin, kalau tidak mencalonkan berarti parpol gagal merekrut kader. Dan lebih banyak calon lebih baik. Itulah demokrasi sesungguhnya,”  ungkapnya. #duk
Baca:  DPR Akan Bentuk Panja RS Mitra Keluarga
x

Jangan Lewatkan

SHI Dan Spora Institute Nilai Terjadi Pembelokan Agenda Reforma Agraria

Palembang, BP Sarekat Hijau Indonesia (SHI) dan Spora Institute beranggapan telah terjadi upaya pembelokan agenda reforma agraria dalam kendali Kemenko ...