Home / Bisnis / Pengusaha Laundry Banjir Permintaan

Pengusaha Laundry Banjir Permintaan

Hingga berakhirnya libur Lebaran, bisnis laundry di Kota Palembang masih banjir pesanan. Bahkan sempat menutup layanan menjelang Hari Raya Idul Fitri hingga H+4 lalu.

Sejumlah penyedia jasa laundry pakaian di Kota Palembang kebanjiran order. Ini terjadi sejak sebelum hingga dua pekan setelah Lebaran. Hal ini karena kesibukan masyarakat usai melaksanakan Lebaran di kampung halaman maupun di rumahnya, banyak warga lebih memilih mencuci pakaiannya di tempat pencucian atau laundry.

Selain itu, banyaknya pembantu rumah tangga (PRT) yang pulang kampung menjadi faktor pendorong membludaknya konsumen. Sehingga usaha jasa laundry kiloan mengalami peningkatan omzet dibandingkan hari-hari biasanya. Bahkan, pekerja harus lembur untuk melayani permintaan.

“Permintaan sebelum dan sesudah Lebaran kemarin cukup tinggi, terutama empat hari setelah Lebaran. Untuk permintaan meningkat sampai 200 persen dibanding hari biasa. Namun yang bisa terlayani separuhnya saja,” kata Yanti (34), pemilik laundry Anastasya di Jalan Angkat 45.

Menurutnya, setiap hari normalnya permintaan jasa laundry mencapai 45 kg, namun pascalebaran permintaan yang terlayani mencapai 95kg, atau lebih dari 100 persen. “Sengaja tidak diambil, takut risikonya, pekerja juga hanya beberapa yang masuk, dan banyak yang masih libur saat itu. Kalau sekarang sudah masuk semua,” katanya.

Menurutnya, untuk harga relatif sama dengan usaha laundry lain di Palembang. Hanya saja layanan kepada pelanggan punya cara yang berbeda. “Kebanyakan anak kos. Kalau saat sepi orderan, anak-anak kos di kawasan ini telpon minta dijemput. Karena sedang tidak ramai permintaan, terkadang kita layani,” katanya.

Yanti mematok biaya laundry per kg Rp8.000. Biasanya dua hingga tiga hari pakaian sudah bisa diambil, namun jika ingin satu hari selesai dikenakan biaya tambahan Rp5.000 per kg. “Kalau setelah Lebaran kemarin, paling banyak justru bapak-bapak dan ibu rumah tangga, yang ditinggal asisten rumah tangga. Makanya satu orang bisa banyak pakaian yang harus di-laundry,” katanya.

Yanti mengakui, orderan dari satu pelanggan saja bisa 7kg hingga 15kg. “Pascalebaran bisa sampai 15 pelanggan per hari, yang permintaannya cukup berat. Namun saat ini berangsur normal. Walau memang masih cukup tinggi di 50 kg per hari,” katanya.

Tidak hanya jasa laundry yang sudah lama eksis. Bisnis laudry yang baru beberapa bulan berdiri pun kebanjiran permintaan. Bahkan menurut pengelola, permintaan meningkat hingga 30 persen dan hingga saat ini masih tinggi.

“Kita masih baru di sini, namun Alhamdulillah kebanjiran permintaan sebelum dan setelah Lebaran. Bahkan kami juga harus tutup hingga H+5 karena pekerja mudik Lebaran,” kata Irma, pengelola Stylish Laundry cabang Dwikora.

Diakui Irma, untuk harga order reguler tiga hari selesai Rp7.000 per kg. Sedangkan untuk yang ingin cepat, hari ini antar besoknya selesai harganya Rp12.500. “Cukup tinggi kira-kira permintaan meningkat 30 persen pascalebaran, walaupun kita masih baru di sini,” katanya.

Irma mengakui, pihaknya tidak mau ambil risiko menerima permintaan yang cukup tinggi sebelum dan sesudah Lebaran yang lalu, karena pekerja bersiap mudik. “Kalau pesanan cukup tinggi, bahkan bisa sampai 50kg per hari. Namun sebagai layanan kepada pelanggan, kami juga menyesuaikan batas kesanggupan. Sehingga risikonya bisa ditanggulangi,” jelas Irma.

Sementara itu, pelanggan Sisi (22) mengaku cukup kewalahan ketika pulang dari mudik, ternyata masih banyak pakaian yang menumpuk. Oleh karena itu, dirinya memutuskan untuk membawa ke laundry. “Kalau hanya dua baju bisa dicuci sendiri, tapi kalau sudah sampai 5kg, mau tidak mau harus laundry,” kata Sisi.

Diakui Sisi sebagai anak kos, tempat untuk menjemur pakaian terbatas, sehingga laundry adalah pilihan yang tepat untuk memaksimalkan pekerjaan. “Ini sudah masuk kuliah lagi, karena revisi skripsi numpuk, maka harus laundry pakaian,” kata Sisi, mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Palembang ini.

Pun dikatakan Harun (35). Dirinya cukup kerepotan dengan pakaian kotor yang menumpuk di rumah, apalagi sejak libur Lebaran, istri sedang di rumah mertua di Jawa.

“Baru dua hari yang lalu asisten rumah tangga mulai kerja lagi. Daripada repot, pakaian dibawa ke laundry saja,” tutur Harun. #reno saputra

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ramadhan Disambut Nasi Liwet yang Menggugah Selera

Palembang, BP Menyambut Ramadhan tahun ini, sejumlah gerai kuliner gencar menawarkan menu berbuka, salah satunya di gerai Pempek Musi Duo di ...